JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Siswa SDN 1 Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mendapat edukasi dan layanan pemeriksaan kesehatan gigi melalui kegiatan Bakti Sosial Anak Banua VI yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Selain pemeriksaan dan perawatan gigi gratis, para peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai cara menyikat gigi yang benar agar kesehatan gigi tetap terjaga dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kepala SDN 1 Pagat, Syahwani, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Mereka mendapat edukasi tentang cara merawat gigi dengan baik sehingga kesehatan gigi tetap terjaga. Mudah-mudahan ke depan tidak ada kendala bagi anak-anak dalam meraih cita-cita, termasuk ketika ingin menjadi anggota TNI maupun Polri,” ucapnya.
Ia juga berharap para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, gigi yang sehat akan membantu proses makan makanan sehingga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sementara itu, dalam Berbagai Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi, mengapresiasi kepedulian Ikatan Keluarga Alumni FKG ULM yang menghadirkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
Ia mengatakan, kesehatan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh yang sering kali diabaikan. Padahal, anak-anak dengan gigi yang sehat akan lebih nyaman belajar, lebih percaya diri, serta tumbuh dan berkembang secara optimal.
Selain memberikan pelayanan pemeriksaan dan perawatan gigi secara gratis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar anak-anak membiasakan diri menjaga kebersihan gigi sejak dini.
“Kebiasaan baik yang ditanamkan hari ini merupakan investasi kesehatan bagi anak-anak di masa depan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan gigi dan mulut.
Melalui kegiatan Bakti Sosial Anak Banua VI ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua, semakin meningkat untuk membiasakan menggosok gigi dua kali sehari serta rutin memeriksakan kesehatan gigi sebagai langkah pencegahan sejak dini.
(Rz)













