Imbas Kenaikan BBM Industri, Ekspedisi Lintas Jawa Group Bersiap Sesuaikan Tarif Pengiriman

Pemilik Lintas Jawa Group, Saut Nathan Samosir Saat Wawancara dengan Awak Media

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kenaikan harga bahan bakar minyak industri yang melonjak secara signifikan, mulai memberikan efek domino pada sektor logistik dan transportasi laut.

Merespons kondisi ekonomi yang tengah lesu ini, perusahaan Ekspedisi Lintas Jawa Group berencana melakukan penyesuaian tarif pengiriman barang selambat-lambatnya pada 1 Juni mendatang.

Pemilik Lintas Jawa Group, Saut Nathan Samosir mengungkapkan, bahwa penyesuaian tarif ekspedisi ini merupakan imbas langsung dari kenaikan harga tiket kapal rute Surabaya-Banjarmasin. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di kantornya yang berlokasi di kawasan Yos Sudarso, Banjarmasin, Rabu (20/05/2026).

“Tiket pelayaran sudah naik, kalau tidak salah sekitar dua minggu yang lalu. Kenaikan kurang lebih Rp700 ribu sampai Rp1 juta rupiah per satu unit truk besar dari Surabaya ke Banjarmasin,” ungkap Samosir.

Menurutnya, pihak ekspedisi mau tidak mau harus mengikuti penyesuaian tersebut dengan turut memperhitungkan kenaikan harga kebutuhan operasional lainnya, seperti suku cadang kendaraan.

Meski demikian Samosir menegaskan, bahwa kenaikan tarif akan dikalkulasikan dengan matang dan ditekan seminimal mungkin agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Kita minimalis lah, tidak harus mencari keuntungan sesaat karena ada kesempatan untuk menaikkan, kita tidak sampai ke sana, tapi bagaimana kita mengimbangi harga kenaikan yang dilakukan oleh pelayaran itu,” jelasnya.

Volume Pengiriman Barang Turun Drastis

Selain masalah tarif operasional yang membengkak akibat BBM industri yang naik dari Rp12.000 menjadi Rp27.000, sektor ekspedisi juga tengah menghadapi tantangan berupa kelesuan pasar.

Samosir mencatat adanya penurunan volume barang angkutan yang sangat drastis, yakni mencapai 60 hingga 70 persen, khususnya dari Jakarta ke Surabaya.

Ia menganalisis bahwa terjunnya volume pengiriman ini dipicu oleh keragu-raguan para pedagang akibat ketidakpastian harga barang jadi dari pihak pabrik, serta mencuatnya isu pembatasan BBM bersubsidi.

“Dengan keragu-raguan, kebimbangan adanya isu-isu lagi mau kenaikan BBM, termasuk juga isu mobil akan dibatasi cc 1.400 yang bisa dapat Pertalite, nah ini kan akan membuat masyarakat terutama pedagang akan bertahan, tidak berani untuk belanja,” terangnya.

Di sisi lain, untuk operasional distribusi jalur laut, Samosir memastikan bahwa arus pelayaran kapal rute Surabaya-Banjarmasin dan sebaliknya hingga saat ini masih berjalan normal tanpa adanya penundaan maupun pengurangan armada kapal. (Saprian)