Nilai Jual Pemain Lokal Tidak Wajar, Agen Angkat Suara

Keterangan foto: suasana aksi AFC Asian Cup Indonesia vs Vietnam dalam pertandingan fase grup di Abdullah bin Khalifha Stadium / sumber : pssi.org

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Fenomena kenaikan harga pemain sepakbola Indonesia yang dinilai tidak wajar oleh banyak kalangan, turut disoroti Daniel Karamoy, salah satu agen pemain sepakbola.

Kenaikan menurutnya adalah hal yang wajar, selama dilakukan dengan bijaksana dan tidak hanya memanfaatkan momen kemenangan.

“Saya dari dulu adalah salah satu orang yang vokal perihal rasionalisasi market value pemain, karena menurut saya pribadi pun, harga pemain kita banyak yang tidak rasional,” tuturnya seperti dilansir dari kompas.com.

Menurut Daniel, kenaikan tersebut kerap terjadi pada pemain yang sedang diperbincangkan, terutama para pemain muda yang tergabung dalam timnas maupun klub besar lain.

Termasuk mereka yang pamornya melejit pasca kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kenaikan harga atau nilai jual pemain yang viral karena sesuatu hal menurutnya tidak sewajarnya di atas nilai rata-rata, karena tidak berdasarkan performa.

Sebagai agen, Ia secara tegas mengatakan bahwa nilai utama pemain ada pada kualitasnya saat berlaga di lapangan dan bukan karena sensasi.

“Contohnya, kalau pemain itu belum layak untuk dapat Rp100 juta perbulan, kita harus jujur dan memberikan harga yang benar sejalan dengan kualitasnya,” tutur agen berlisensi FIFA ini.

Tak hanya akan berisiko pada klub yang membeli, harga yang tidak wajar kenaikannya akan berimbas pada pemain yang bersangkutan karena gagalnya pemenuhan ekspektasi. (Viz)