JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Lahan milik pemerintah pusat yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di Kota Banjarmasin, berpeluang dikembangkan menjadi ruang publik sekaligus fasilitas pendukung pengendalian banjir.
Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menjajaki peluang tersebut melalui kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin.
Salah satu rencana pemanfaatannya adalah menjadikan aset negara di kawasan Telaga Biru dan Jalan Cenderawasih sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan masyarakat, termasuk untuk aktivitas rekreasi keluarga dan pengembangan kegiatan ekonomi.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengatakan, aset negara yang belum produktif perlu dilihat sebagai potensi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kita ingin memanfaatkan aset ini menjadi ruang terbuka, tempat anak-anak bermain, sekaligus ruang yang bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Banjarmasin saat berakhir pekan bersama keluarga. Kita juga merencanakan kawasan ini menjadi tampungan air atau kolam retensi,” ungkap Yamin.
Menurutnya, kawasan Jalan Cenderawasih memiliki potensi untuk ditata menjadi lingkungan yang lebih representatif. Penataan tersebut nantinya dapat dilengkapi fasilitas pendukung, seperti trotoar, drainase, hingga penertiban jaringan kabel fiber optik.
Pemkot juga membuka peluang agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, optimalisasi aset tidak hanya menghadirkan ruang publik, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Yamin menegaskan, rencana tersebut akan dikoordinasikan bersama KPKNL Banjarmasin sebagai instansi yang menangani pengelolaan kekayaan negara. Pemanfaatannya diharapkan turut mendukung kebutuhan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Upaya penjajakan tersebut ditandai melalui kegiatan kebersihan lingkungan di dua lokasi Barang Milik Negara (BMN), yakni kawasan Telaga Biru dan Jalan Cenderawasih, Ahad (1/11/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Negara (HKN) ke-20 itu melibatkan jajaran DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, KPKNL Banjarmasin, Pemkot Banjarmasin, instansi vertikal, serta masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, Tetik Fajar Ruwandari, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Banjarmasin dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi salah satu bentuk nyata pengamanan aset negara sekaligus mendorong pengelolaan kekayaan negara agar memberikan manfaat lebih besar.
“Mari kita jadikan aset negara bermanfaat untuk masyarakat,” ajaknya.
Melalui sinergi tersebut, Pemkot Banjarmasin bersama DJKN dan KPKNL berharap aset negara yang belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dikembangkan menjadi fasilitas produktif, baik untuk kepentingan sosial, lingkungan, maupun peningkatan ekonomi masyarakat.
(Adv/Ang)













