Pemkab HST Libatkan PKK Edukasi Masyarakat Mengelola Sampah Rumah Tangga

Sekretaris DLH HST, Ahmad Syafaat, bersama para narasumber, pengurus TP PKK, dan puluhan penyuluh Keluarga Berencana (KB) berfoto bersama usai pembukaan acara Sosialisasi. (Foto : Istimewa)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB) hingga Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengedukasi masyarakat soal pengelolaan sampah rumah tangga.

Langkah itu dilakukan melalui sosialisasi bertajuk Wujudkan Keluarga Peduli Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan yang digelar di Gedung TP PKK HST, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti penyuluh keluarga berencana (PKB/PLKB), se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah, perwakilan Dinas Kesehatan, DPMD, dan TP PKK HST.

Pihaknya menghadirkan narasumber akademisi ULM sekaligus praktisi dan pengelola limbah medis dan B3, Fatimah Juhra dan Kepala Bidang (Kabid) PSLB3PK DLH HST, Muhammad Fadillah.

Kepala DLH HST, Mursyidi melalui Sekretaris DLH HST, Ahmad Syafaat mengatakan penyuluh KB memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan keluarga dan masyarakat.

“Penyuluh KB adalah ujung tombak yang dekat dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu mereka diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar persoalan sampah di daerah berasal dari rumah tangga. Karena itu, edukasi dari tingkat keluarga dinilai penting untuk mengurangi volume sampah.

“Sekitar 70 persen sampah bersumber dari rumah tangga. Jika keluarga mampu mengelola sampah dengan baik, maka sebagian besar persoalan sampah daerah juga dapat diatasi,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, para penyuluh didorong mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu dari rumah.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mulai menerapkan konsep 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle.

DLH HST juga mendorong penguatan peran bank sampah di lingkungan Kampung KB agar sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah, tetapi juga memiliki nilai manfaat.

(Rz)