JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Perusahaan Daerah (Perusda) Tanah Bumbu (Tanbu), bakal memulai awal 2021 dengan sejumlah gebrakan baru. Program kerja ini untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi percepatan pemulihan ekonomi, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Pelaksana Tugas Direktur Batulicin Jaya Utama (BJU) Tanbu, Ir. H. Syamsul Alam mengatakan, program kerja baru untuk memajukan perusda ini bakal berbeda dari sebelumnya.
Pasalnya, semua yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, dan konstruksi, bahkan semua sektor usaha, akan dilibatkan untuk membangun Tanbu.
“Sekarang kita sudah mulai menyusun program, dan insyaAllah mudahan satu dua bulan ke depan sudah bisa berjalan,” kata pria berpengalaman di bidang batu bara dan sempat bekerja di PT Arutmin Indonesia (periode 1996–2003) ini, saat ditemui di kediamannya, Senin (18/01/2021).
Baca Juga :
- Peduli Pedagang Pasar, Pemkab Tanbu Terima Bantuan BRI Batulicin
- Pemkab Tanah Bumbu Akan Segera Distribusikan Vaksin Covid-19
Ia menjelaskan, beberapa program kerja telah dikomunikasikan, dan sudah ada tanggapan positif dari sinergisitas antara Satuan Kerja Perangkat Daerah di Tanbu, untuk menjalin dan mengembangkan usaha pada perusda.
“Pertama, hal ini akan berkesan dengan semua perusahaan di Tanbu, karena mereka akan bertanggung jawab memajukan, yang dibina langsung oleh perusda, sehingga semua arah sasarannya jelas,” kata pria yang juga sempat menjabat sebagai Staf Ahli Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan ini.
Hal ini, kata mantan Ahli Geologi PT Nusaminera Utama (periode tahun 1993–1996) tersebut, dikarenakan perusda merupakan induk dari semua Badan Usaha Milik Desa di Tanbu yang juga harus dikembangkan.
Syamsul mengungkapkan, perusda memang dibentuk oleh pemerintah untuk bisa memberikan manfaat, baik bagi kesejahteraan masyarakat maupun PAD Tanbu. Untuk itu, tegasnya, perusda harus memiliki gebrakan yang jelas. Sehingga, siapapun memegang perusda, paling tidak ia harapkan harus memiliki pemikiran lebih visioner. Oleh karena itu, sebuah perusda ia dorong untuk bisa memberdayakan masyarakat, seperti menggaet pengusaha mikro, kecil, dan menengah, serta memberikan kesempatan berkontribusi, agar tidak ada lagi monopoli usaha.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil audit sebuah Kantor Akuntan Publik di Banjarmasin, ternyata sejak bergerak dari 2014, Perusda BJU rata-rata setiap tahunnya mengalami kerugian.
Kecilnya peluang Perusda BJU berkembang ini, lantaran hanya ada beberapa usaha yang berjalan. Terlebih, statusnya sebagai distributor pupuk subsidi dan pupuk non subsidi hanya dapat mengkover kelangkaan pupuk untuk petani di Tanbu.
Untuk diketahui, selama ini Perusda BJU Tanbu hanya bekerja sama dengan Pupuk Petrokimia dan Pupuk Kaltim, PT Pusri Palembang, ditambah dengan usaha minyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan Sebamban dan Sungai Loban.
Editor : Ahmad MT














