JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Provinsi, di Gedung Dr. KH. Idham Chalid, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (1/7/2026).
Pencanangan ditandai dengan prosesi simbolis mendulang intan dan menyatukan kepingan intan yang dilakukan bersama Inspektur Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI Dadang Hardiwan, Kepala BPS Kalimantan Selatan Mukhamad Mukhanif, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pimpinan instansi vertikal, lembaga keuangan, asosiasi dunia usaha, akademisi, organisasi pengusaha, tim Sensus Ekonomi Kalimantan Selatan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang menghasilkan data komprehensif, mengenai kondisi dan perkembangan kegiatan usaha di berbagai sektor ekonomi. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang wajib kita sukseskan. Sensus ini bukan hanya tugas BPS, tetapi menjadi kepentingan seluruh masyarakat Indonesia agar kita dapat menata perekonomian berdasarkan data yang akurat dan lengkap,” ujarnya.

Menurut Muhidin, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mempercepat pembangunan daerah, termasuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen.
“Sensus ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi Banua, memperkuat sektor UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap pelaksanaan sensus juga sejalan dengan komitmen Pemprov Kalimantan Selatan dalam memperkuat kebijakan berbasis data, salah satunya melalui kolaborasi dengan BPS dalam pengembangan Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi atau Kawal Inflasi Kalsel Bekerja.
“Dengan semangat kolaborasi yang sama, saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ucapnya.
Gubernur juga mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha agar tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus karena seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai peraturan perundang-undangan.
“BPS menjamin kerahasiaan setiap data yang diberikan. Seluruh informasi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” tegasnya.
Ia mengaku telah menerima kunjungan petugas sensus dan mengajak masyarakat melakukan hal yang sama dengan memberikan data secara benar, lengkap, dan jujur.
“Partisipasi aktif masyarakat akan menentukan kualitas data yang dihasilkan. Semakin baik data yang dimiliki, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat dirumuskan. Saat ini pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan telah mencapai 5,67 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,61 persen. Kami berharap melalui Sensus Ekonomi 2026 target pertumbuhan ekonomi 8,1 persen dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiwan mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Ia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar.
“Kami mengimbau masyarakat mengingat prinsip TIR, yakni Terima petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga. Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan dilindungi undang-undang,” katanya.
Pendataan lapangan secara door to door telah dimulai sejak pertengahan Juni dan akan berlangsung hingga Agustus 2026.
Sebanyak 3.989 petugas sensus diterjunkan untuk mendata seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM, usaha mikro, usaha rumah tangga, hingga perusahaan berskala besar di seluruh sektor ekonomi.
Rangkaian pencanangan ditutup dengan pemasangan rompi petugas sensus secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Selatan dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
(Adv/Adpim)













