JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Akses warga di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kembali tersambung setelah jembatan sementara Saka Harang rampung dibangun, Rabu (2/9/2026).
Jembatan tersebut dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kota Banjarmasin bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia untuk memulihkan akses masyarakat, setelah Jembatan Saka Harang ambruk pada Ahad (30/8/2026).
Rampungnya jembatan sementara itu ditinjau langsung Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar bersama Komandan Distrik Militer 1007/Banjarmasin, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chandra Iriandhy Wijaya.
Je

mbatan sementara yang digunakan merupakan jenis Bailey bridge. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai solusi sementara agar mobilitas masyarakat kembali berjalan, sembari Pemkot mempersiapkan pembangunan jembatan permanen.
Sekda mengatakan, selesainya jembatan sementara menjadi kabar baik bagi masyarakat Mantuil, yang selama beberapa hari mengalami keterbatasan akses.
“Mudah-mudahan jembatan sementara ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar aktivitas warga kembali berjalan normal,” ujarnya.
Jembatan sementara tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan kapasitas beban maksimal lima ton. Pemkot mengingatkan pengguna kendaraan, khususnya yang membawa muatan, agar mematuhi batas kapasitas tersebut, demi keselamatan serta menjaga kondisi konstruksi jembatan.
“Kalau memang ada muatan di dalam mobil atau truk, tolong jangan melebihi lima ton. Kita sama-sama menjaga jembatan ini, karena beban berlebih dapat memperpendek usia jembatan,” tegas Ichrom.
Percepatan pemulihan akses tersebut juga mendapat dukungan jajaran TNI, khususnya Detasemen Zeni Tempur (Denzipur), dalam penyediaan dan pemasangan jembatan sementara.
Pemkot menyampaikan apresiasi kepada Panglima Daerah Militer XXII/Tambun Bungai, Dandim, jajaran Denzipur, serta Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, atas dukungan dalam proses pemulihan akses masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah membantu. Terutama kepada Pak Pangdam yang telah memberikan izin kepada Pemkot untuk meminjam jembatan sementara ini,” kata Sekda.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR menegaskan, jembatan Bailey tersebut hanya bersifat sementara. Karena itu, ketentuan teknis, terutama mengenai kapasitas beban, harus menjadi perhatian pengguna.
“Jangan dipaksakan untuk kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas, karena aspek keselamatan dan ketahanan jembatan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Chandra mengatakan, selesainya jembatan sementara bukan berarti penanganan Jembatan Saka Harang telah selesai. Pemkot tetap menyiapkan pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.
“Jembatan sementara ini kita hadirkan untuk memulihkan akses masyarakat terlebih dahulu, sementara penanganan permanennya dipersiapkan,” jelasnya.
Pembangunan jembatan permanen tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027.
Respons cepat pemerintah dan aparat mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga Kelurahan Mantuil, Agus Darminto, mengaku lega karena akses yang sempat terputus kini kembali dapat digunakan.
“Masyarakat, khususnya warga Mantuil, sekarang bisa kembali beraktivitas dengan lancar, tertib, dan aman. Kami mewakili masyarakat Mantuil mengucapkan terima kasih atas kerja sama TNI, jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, dan aparat kepolisian,” ucapnya.
Agus juga mengapresiasi waktu pengerjaan jembatan sementara ini yang dinilainya cepat.
“Tiga hari pengerjaan. Alhamdulillah, cepat sekali pelaksanaan jembatan sementara ini,” katanya.
Sebelumnya, usai Jembatan Saka Harang ambruk, langsung berdampak terhadap aktivitas warga, karena akses penghubung terputus. Sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, harus ditinggalkan di sisi seberang, karena keterbatasan akses penyeberangan dengan perahu, bahkan kendaraan sempat menumpuk di kawasan sekitar jembatan.
(Ih/Ahmad M)













