Penuhi Standar Perpustakaan, Puluhan Pengelola di Kabupaten Banjar Ikuti Sosialisasi Dispersip Kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali melakukan sosialisasi pembinaan perpustakaan, yang kali ini diikuti para pengelola se-Kabupaten Banjar, di Aula Baiman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan, Senin (03/06/2024).

Diikuti 50 pengelola perpustakaan sekolah dan desa, kegiatan ini dibuka Sekretaris Dispersip Banjar Ari Mauluddin Akbar, didampingi Pustakawan Ahli Madya Arbayah dan Abdillah dari Dispersip Kalsel.

Ari menerangkan, dengan kegiatan ini pihaknya berupaya agar perpustakaan-perpustakaan di Kabupaten Banjar bisa memenuhi standar nasional dan sesuai dengan akreditasi yang diharapkan.

“Diinginkan para pengelola perpustakaan yang ada di Kabupaten Banjar dapat memahami apa saja syarat akreditasi suatu perpustakaan, seperti mempunyai koleksi 1.000 judul, 1.000 eksemplar, dan sudah mempunyai Nomor Pokok Perpustakaan,” ungkapnya.

Dengan terakreditasi, lanjut Ari, tentunya perpustakaan tersebut dapat memenuhi standar pelayanan dan pengelolaan perpustakaan.

“Melihat transformasi digital yang saat ini meningkat pesat, pengunjung perpustakaan sudah mulai langka dan dunia text book ketinggalan. Maka dari itu, saya berupaya memberikan pemahaman kepada pengelola perpustakaan untuk menerapkan akreditasi perpustakaan, dan menggalakkan kembali ke lingkungan sekitarnya agar kembali ke perpustakaan,” tuturnya.

Sementara itu, Arbayah, salah satu narasumber mengungkapkan, akreditasi perpustakaan mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menyebutkan perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, serta rekreasi para pemustaka.

“Tentu kami mengacu pada Perpustakaan Nasional ada 9 komponen indikator kunci, skor, dan bobot penilaian untuk akreditasi,” sambungnya.

Diketahui, sejauh ini 117 perpustakaan berdiri di Kabupaten Banjar yang terakreditasi, dan tahun ini ada 45 perpustakaan sekolah/desa diusulkan untuk ikut akreditasi.