Bupati Noormiliyani Luncurkan Vaksinasi Booster di Batola

Arti Vaksin Boster

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Seiring dimulainya vaksinasi booster oleh pemerintah pusat pada 12 Januari 2022, Bupati Hj. Noormiliyani turut ikut memulai program tersebut di Barito Kuala, Senin (24/01/2022).

Kegiatan perdana ini digelar di Aula Selidah, yang diikuti para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk menerima suntikan booster, termasuk dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan pimpinan ormas.

“Mereka sengaja dijadikan sampel, agar masyarakat meyakini bahwa vaksin selain halal juga aman serta memberi dampak positif terhadap kesehatan dan kekebalan tubuh (herd immunity),” tegas bupati.

Dengan ini ia berharap bisa mempercepat penanggulangan Covid-19, sejak dinyatakan sebagai pandemi global dari 11 Maret 2020.

“Alhamdulillah vaksinasi di Batola untuk dosis 1 telah mencapai sekitar 77%,” terang Noormiliyani.

“Nanti malam kita akan melakukan penarikan undian vaksinasi bagi masyarakat yang sebelumnya sudah divaksinasi dosis 1,” sambung bupati.

Noormiliyani A.S. menginginkan vaksinasi ini, baik dosis 1, 2, dan lanjutan (booster) bisa terus berlanjut sampai pandemi berakhir, sekaligus melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Saya berharap sinergi dan kekompakan selama ini bisa terus terjaga, termasuk dalam pemberian vaksinasi booster ini,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh dokter dan jajaran kesehatan, yang selama ini menjadi garda terdepan untuk memerangi Covid-19.

Ia menerangkan, booster dilaksanakan minimal selama 6 bulan setelah dosis 1 disuntikkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola dr. Hj. Azizah Sri Widari didampingi Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dwi Korawati menyatakan, pada kegiatan perdana ini pihaknya menyiapkan vaksin jenis Pfizer sebanyak 220 dosis. Sedangkan dosis 2 disiapkan 100 vaksin jenis AstraZeneca.

Khusus untuk vaksinasi booster, Azizah menyatakan, secara target tidak ada, namun diutamakan bagi lansia dan mereka yang berisiko tinggi, kendati tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat lainnya.

“Artinya, siapa pun yang masanya sampai untuk booster, silakan datang ke tempat-tempat vaksinasi,” ucapnya.

Menyinggung ketersediaan vaksin, Kadinkes menyatakan tidak ada masalah.

Alibana / Ahmad MT