Tim Adat Dayak Meratus Loksado Laporkan Edy Mulyadi ke Ditreskrimsus Polda Kalsel

Ketua Adat Dayak Meratus
Gastansyah menyerahkan berkas tuntutan pada KBO Dit Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Suprapto

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Viralnya video Politikus Edy Mulyadi yang diduga rendahkan Kalimantan, disikapi serius Tim Adat Dayak Meratus Loksado, yang membuat pernyataan sikap dan melaporkannya ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel, di Kompleks Bina Brata Jalan Jenderal Ahmad Yani Banjarmasin, Jumat (28/01/2022).

Rombongan diterima Kepala Urusan Pembinaan Operasional Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Suprapto, S.H., M.H, di salah satu ruang pertemuan.

Pada kesempatan ini, Tim Adat Dayak Meratus Loksado menyampaikan 3 tuntutan, yakni meminta agar yang bersangkutan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kedua, mengharapkan dalam penyelasaian masalah ini bisa ditempuh dengan hukum positif sesuai aturan Undang-undang, dan ketiga menuntut dilakukan hukum adat.

Dalam kesempatan ini juga pihaknya meminta semua warga Dayak di Provinsi Kalsel agar tetap taat pada proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami mewakili masyarakat Dayak Meratus sebenarnya sangat merasa terhina dengan peryataan seorang itu. Maka dari itu kami ambil sikap ini, agar hal serupa tidak terulang lagi. Kami menuntut agar ia meminta maaf secara langsung kepada warga Dayak maupun masyarakat Kalimantan,” ucap Gastansyah, Ketua Tim Adat Dayak Meratus Loksado.

Usai perbincangan, pihaknya juga menyerahkan berkas fisik tuntutan dan pernyataan sikap, yang akan disampaikan ke Mabes Polri.

“Sesuai lokusnya seperti itu, kita akan sampaikan perkara,” tegas AKBP Suprapto, S.H., M.H. melalui Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda Kalsel Kompol Ricky Sialagan.

Sampai saat ini, pihaknya telah menerima 3 aduan yang sama, termasuk dari LSM dan organisasi lainnya.

Seperti diketahui, video yang beredar di media sosial, Edy Mulyadi membuat pernyataan kontoversial, yang diduga mengatakan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak.

“Bisa memahami enggak, ini ada tempat elit, punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendirian, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak,” katanya.

Kemudian, muncul lagi cuplikan video Edy yang mengatakan jika pasar Ibu Kota Negara (IKN) baru adalah pasarnya kuntilanak dan genderuwo, sehingga ia terheran-heran dengan rencana pembangunan di sana.

“Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak genderuwo, enggak apa-apa bangun di sana,” ujarnya.

Usai hal itu, Edy Mulyadi banyak mendapat kecaman, hingga kembali keluar video klarifikasi bersangkutan, yang ternyata tetap mendapat banyak sorotan, lantaran dianggap bukan permintaan maaf yang tulus.

Editor : Ahmad MT