JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Universitas Cahaya Bangsa (UCB) menggelar Diestalis XX dan Wisuda Sarjana XVI dengan peserta sebanyak 99 orang, terdiri dari lulusan Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Sabtu (19/3/2022).
“Ini adalah rangkaian dari kegiatan sebelumnya yaitu prosesi Angkat Sumpah dan Yudisium,” ungkap Rektor UCB Dra. Hj. Sri Erliani, M.M., M.Kes., selepas kegiatan.
Berkaitan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), lanjutnya, UCB sudah menerapkan program tersebut, terutama mahasiswa keperawatan yang sudah melakukan praktik klinik di instansi swasta.
“InsyaAllah perkembangan UCB ke depan akan membuat Fakultas Pertanian, karena sekarang kita sudah ada kerja sama dengan Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi) Kalsel, yakni memberikan prioritas kepada anak keluarga petani untuk bisa kuliah di UCB,” katanya.
Bahkan UCB bersiap memberikan beasiswa 40% dari biaya perkuliahan, untuk para anak petani yang masuk universitas ini.
Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Bangsa Dr. Drs. H. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H. berharap kepada yang lulus kali ini, bisa menjadi tenaga kesehatan kompeten dan profesional.
“Karena kita sudah maksimal dalam memberlakukan proses belajar mengajar, terlebih di tengah situasi Covid-19 yang belum pulih ini. Lulusan UCB membantu tugas pemerintah dan negara dalam hal bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kalsel,” jelasnya.
“Dari lulusan ini juga saya berharap mereka bisa mengimplementasikan keilmuan yang didapat kepada masyarakat,” sambungnya.

Dari rasio jumlah penduduk di Kalimantan Selatan, tambah Murjani, tenaga kesehatan masih banyak kurang.
“Artinya, tenaga kesehatan ini perlu juga diperhatikan oleh semua pihak terkait, bukan hanya pemerintah saja, namun juga industri perusahaan dan lainnya, karena lulusan bisa masuk ke semua sektor,” katanya.
Ditegaskan Murjani, dengan bekal ilmu yang didapat, semua lulusan diharapkan mandiri, seperti membuka jasa pelayanan kesehatan, konsultan kesehatan, karena dinilai sudah ahli di bidang terkait, seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).
“Kalau kita lihat prospek ke depan dengan disahkannya Undang-Undang Ibu Kota Negara, ini merupakan suatu peluang pekerjaan yang besar, khususnya SDM dan tenaga kesehatan yang menjadi prioritas,” bebernya.
Selanjutnya, Konsultan UCB Prof. Drs. H. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D. mengungkapkan, meski baru 2 tahun berstatus universitas, namun para pengelola UCB sudah berpengalaman sekitar 20 tahun mengembangkan sekolah tinggi ilmu kesehatan sebelum naik status.
“Kenapa kita harus memakai universitas, karena kita mengantisipasi perkembangan masa depan, dan kita bisa lebih luas mengembangkan disiplin ilmu, tidak hanya satu sisi yaitu kesehatan,” katanya.
“Oleh karenanya kita sudah punya Hukum, Ekonomi, Teknologi Informasi, dan seterusnya, akan kita kembangkan terus dengan berbagai disiplin ilmu yang lain,” sambungnya.
Ia juga menegaskan, UCB ingin berkontribusi untuk bangsa, seperti pada lambang bola dunia dan sejumlah bintang, sehingga disebut Universitas Cahaya Bangsa.
“Dari visi namanya juga terlihat, bahwa kehadiran universitas ini memberikan cahaya jalan yang terang bagi pengembangan bangsa, dan cahaya di sini adalah kemampuan SDM yang unggul, mampu membantu masyarakat memecahkan segala problem permasalahan, sehingga bisa mencapai kesejahteraan yang lebih bagus,” jelas Suriansyah yang juga Direktur Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat ini.
Untuk mencapai keunggulan itu, lanjutnya, penataan di UCB terus dilakukan
“Saya sebagai orang yang membantu pendirian UCB, turut berupaya untuk mengarahkan bagaimana pengelolaannya bisa menjadi universitas yang unggul,” terangnya.
Banyak tokoh penting yang berhadir di pertemuan ini, di antaranya mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, M.S., perwakilan Gubernur Kalsel, perwakilan Wali Kota Banjarmasin, dan Dr. H. Junaidi, S.E., S.K.M., M.A.P., M.Kes.
(Saprian)













