JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan melakukan langkah antisipasi apabila terjadinya lonjakan kasus demam berdarah dengue.
Hal itu seperti yang disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel Habib Ahmad Bahasyim, saat ditemui jurnalkalimantan.com, di Banjarmasin, Senin (15/1/2024).
Menurutnya, pencegahan kasus DBD dapat dilakukan dengan penyuluhan dan gerakan bersih-bersih sarang nyamuk.
“Cara yang efektif mencegah DBD adalah menguras, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti,” ucap Habib.
Menurutnya, gerakan tersebut harus terus dilakukan intensif untuk pencegahan.
Apalagi dari data yang diketahuinya, penyebaran kasus DBD cukup tinggi tahun ini, salah satunya disebabkan cuaca tidak menentu, terkadang panas, kadang hujan, yang diduga menyebabkan cukup tingginya tingkat perkembangbiakan nyamuk.
“Pada saat cuaca tidak menentu ini kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih, guna mencegah perkembangbiakan nyamuk,” jelas Politikus Partai Demokrat tersebut.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.7.9.2/02261/DINKES/2023 tentang Imbauan Penyelenggaraan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kalimantan Selatan.
Untuk itu, ajak Habib, seluruh pihak yang terkait di dalamnya harus gerak cepat melakukan pencegahan dan penanggulangan penyebaran DBD di Kalsel.
“Kita harus bergerak cepat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan DBD,” pungkasnya.
(YUNN)














