JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Suasana berbeda terlihat di Komplek Makam Pangeran Sultan Suriansyah, Kuin, Banjarmasin. Ratusan orang memadati lokasi digelarnya Aruh Kuin Ma’aturi Dahar, Kamis (04/09/2025) malam.
Ma’aturi Dahar merupakan tradisi sakral warisan Kesultanan Banjar yang memadukan prosesi jamasan dan selamatan pusaka leluhur dengan penyajian 41 macam kue khas Banjar.
Tradisi ini menjadi wujud syukur, penghormatan, serta doa bersama untuk para pendiri Kesultanan Banjar dan para pendakwah yang telah menyebarkan syiar Islam di Kalimantan.
Syarifuddin Nur atau Abah Sultan, selaku penyelenggara, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa-jasa para leluhur pendiri awal Kesultanan Banjar.
“Acara ini dilaksanakan setiap tahun di awal bulan Maulid dengan prosesi merabun dan membersihkan pusaka-pusaka,” ujarnya.
Selain Ma’aturi Dahar, malam itu juga diisi dengan Haul Sultan Suriansyah, Khatib Dayyan, dan Patih Masih.
Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan pusaka dan sejarah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi serta pengingat bagi masyarakat Banjar akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur.
(JD)














