Banjar  

Aktivitas Pelayaran Sungai Martapura Meningkat, 1.400 Perahu Antar Jemaah Haul Guru Sekumpu

Aktifitas teransportasi sungai jamaah sekumpul di sekitar martapura, Sabtu (27/12).(Foto: Dyt)

JURNALKALIMANTAN.COM,BANJAR – Aktivitas pelayaran di Sungai Martapura mengalami peningkatan signifikan seiring kedatangan jemaah Haul Guru Sekumpul. Hingga Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WITA, sedikitnya 1.400 perahu tercatat telah mengantarkan jemaah menuju kawasan Sekumpul, Kabupaten Banjar, melalui jalur sungai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengatakan kondisi muka air Sungai Martapura saat ini relatif tinggi.

Situasi tersebut menuntut pengaturan lalu lintas sungai yang lebih ketat, khususnya bagi armada berukuran besar.

Menurut Nyoman, tidak semua perahu dapat melintasi Jembatan Anggulung. Sejumlah armada dengan dimensi tertentu terpaksa berhenti sebelum jembatan karena keterbatasan ruang dan pertimbangan keselamatan pelayaran.

“Beberapa kapal tidak memungkinkan melintas di bawah Jembatan Anggulung, sehingga kami arahkan untuk berhenti sementara,” ujarnya.

Sebagai solusi, Dishub Kabupaten Banjar mengoperasikan dermaga alternatif di sekitar Jembatan Anggulung. Dermaga tersebut telah disiapkan sejak tahun lalu dan difungsikan sebagai lokasi penurunan penumpang.

“Jemaah dapat turun di dermaga tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju Sekumpul melalui jalur darat,” jelasnya.

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah
perahu yang masuk hingga siang hari masih belum melampaui pelaksanaan haul tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.500 unit.

Namun demikian, Dishub memperkirakan arus kedatangan jemaah masih akan terus berlangsung hingga sore dan malam hari.

“Pergerakan jemaah belum berakhir. Data masih terus kami perbarui,” kata Nyoman.

Jemaah yang menggunakan jalur sungai berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sampit, Pangkalan Bun, Kapuas, serta wilayah Barito Kuala. Banyak di antara mereka menempuh perjalanan panjang melalui jalur air sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Guru Sekumpul.

Selain volume perahu, faktor pasang surut sungai juga memengaruhi kelancaran pelayaran. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara intensif.

Nyoman menyebutkan, sempat terjadi satu insiden kecil ketika seorang jemaah tercebur ke sungai, namun berhasil diselamatkan dan tidak mengalami kondisi membahayakan.

Dishub Kabupaten Banjar bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan di sepanjang Sungai Martapura guna memastikan perjalanan jemaah berlangsung aman, tertib, dan lancar.

(Dyt/Ang)