Dorong Digitalisasi Pendidikan, SMPN 1 Martapura Timur Laksanakan Ujian Berbasis CBT Android

Suasana pelaksanaan Ujian Berbasis CBT Android di SMPN 1 Martapura Timur, Selasa (2/6). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Martapura Timur, melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir (ASA) Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, 2–8 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas VII dan VIII dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) melalui aplikasi Android Extraordinary. Pelaksanaan tahun ini menjadi yang kedua bagi SMPN 1 Martapura Timur.

Pengalaman tahun sebelumnya menjadi modal penting bagi pihak sekolah untuk terus menyempurnakan sistem penilaian berbasis teknologi, sehingga pelaksanaan asesmen dapat berlangsung lebih lancar.

Dalam pelaksanaannya, para siswa mengerjakan soal menggunakan ponsel Android masing-masing. Pihak sekolah menegaskan, penerapan sistem ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung digitalisasi pendidikan, sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan penilaian pembelajaran.

Kepala Sekolah Drs. H. Akhmad Baidawi, M.Pd. menyampaikan, bahwa secara umum pelaksanaan ASA berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Memang ada beberapa siswa yang perangkatnya belum mendukung untuk menjalankan aplikasi, namun sekolah telah mengantisipasinya dengan meminjamkan Chromebook, sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti asesmen,” ujarnya.

Menurut Kepala Sekolah, penggunaan aplikasi Extraordinary memberikan banyak manfaat bagi sekolah. Selain mempermudah pelaksanaan ujian, sistem ini juga mempercepat proses pengolahan hasil penilaian.

“Penggunaan sistem ini juga mengurangi penggunaan kertas, sehingga lebih hemat dari sisi biaya dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Selama pelaksanaan ASA, pihak sekolah terus melakukan pemantauan dan pendampingan guna memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti asesmen dengan baik.

Lebih lanjut Drs. H. Akhmad Baidawi, M.Pd. berharap, keberhasilan pelaksanaan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banjar, untuk memanfaatkan teknologi dalam proses penilaian pembelajaran.

“Dengan dukungan teknologi yang semakin berkembang, sistem ini dapat menjadi solusi untuk mewujudkan penilaian yang lebih efektif, efisien, modern, dan hemat biaya. Pengalaman kami selama dua kali melaksanakan CBT berbasis Android menunjukkan, bahwa sistem ini sangat layak untuk diterapkan di sekolah,” tegasnya.

(Tul/Ahmad M)