JURNALKALIMANTAN.COM, BALANGAN — Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor serta ketepatan sasaran program dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Balangan pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang digelar oleh Bapperida Kabupaten Balangan.
Dalam sambutannya, Akhmad Fauzi menekankan bahwa persoalan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi, terukur, dan berbasis data yang akurat agar benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh SKPD agar menyusun dan melaksanakan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Menurutnya, program yang dirancang harus mampu mendorong kemandirian masyarakat dan tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek.
Selain itu, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinkronisasi data agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun penerima manfaat. Pemanfaatan data terpadu dinilai menjadi kunci dalam memastikan intervensi pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Akhmad Fauzi juga mengapresiasi keterlibatan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diharapkan dapat memperkuat langkah pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Balangan.
Di akhir sambutannya, ia berharap melalui rapat koordinasi ini dapat lahir komitmen bersama serta langkah-langkah konkret yang terukur, sehingga target penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Balangan pada tahun 2026 dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
(Fzn)














