Enam Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Kalsel Bergeser, Disdikbud Kini Dipimpin Abdul Rahim

Enam Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Kalsel yang dilantik, Rabu (11/3/26). (Foto : M. Alfian)

JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi berganti. Pergeseran tersebut ditandai dengan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (11/3/2026).

Dalam pelantikan tersebut, tercatat enam pejabat mengalami rotasi maupun promosi jabatan, yakni Galuh Tantri Narindra yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan kini dipercaya sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Posisi Kepala Disdikbud diisi Abdul Rahim yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian. Sementara jabatan Kepala Dinas Perindustrian kini dipercayakan kepada Miftahul Chair yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Selain itu, Rahmaddin yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa kini dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Kemudian Rusma Khazairin yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Organisasi kini dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sedangkan Dewi Fuziarti dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Selatan.

Pelantikan tersebut mencakup promosi jabatan dari Eselon IIB ke Eselon IIA serta pergeseran posisi antarpejabat Eselon IIA sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan kinerja birokrasi di lingkungan Pemprov Kalsel.

Gubernur Muhidin menegaskan bahwa penempatan jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi dan kapasitas masing-masing pejabat.

Ia menyoroti jabatan Asisten I yang dinilai memiliki peran strategis karena harus mampu mengoordinasikan sejumlah perangkat daerah.

“Asisten itu perlu orang yang pintar, karena mereka dituntut mampu membawahi bidang-bidang lain dan memberikan solusi bagi dinas-dinas di bawah koordinasi Asisten I,” ujar Muhidin.

Gubernur Kalsel H.Muhidin menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan.

Selain itu, Muhidin menegaskan bahwa seluruh pejabat yang baru dilantik akan menjalani evaluasi kinerja secara berkala setiap enam bulan.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk mempertahankan, meningkatkan, atau melakukan penyesuaian jabatan.

“Jika hasil evaluasi menunjukkan kinerja sangat baik, maka posisi tersebut bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Namun jika dinilai kurang maksimal, tentu akan dilakukan penyesuaian kembali,” tegasnya.

Muhidin juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat kekosongan pada jabatan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan.

Kekosongan tersebut terjadi karena belum ada kandidat internal yang memenuhi persyaratan kepangkatan untuk menduduki jabatan tersebut. Untuk sementara, posisi tersebut akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif serta responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor

(Ang/MC Kalsel)