JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Delapan remaja yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang warga lanjut usia di kawasan Sungai Jingah, akhirnya mendatangi Markas Kepolisian Sektor Banjarmasin Utara dan menyerahkan diri.
Mereka diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan seorang warga, Muhammad Saleh Fauzi (59), mengalami luka di bagian kepala. Korban diketahui merupakan warga Jalan Jahri Saleh, Kompleks Cacat Veteran.
Kapolsek AKP Sunardi membenarkan, bahwa delapan remaja tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Seluruhnya sudah kami amankan dan berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH),” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Kapolsek menjelaskan, pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan pencarian dan pengembangan kasus sejak laporan diterima. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah para remaja itu memilih datang sendiri ke kantor polisi.
Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengurai peran masing-masing remaja dalam insiden yang terjadi beberapa hari lalu.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga jumlah remaja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan itu lebih banyak, yakni berkisar antara 15 hingga 25 orang. Sejumlah identitas terduga pelaku lain juga telah dikantongi petugas untuk kepentingan pengembangan perkara.
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu (27/5) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, korban yang melihat adanya perkelahian antar-remaja berupaya melerai, sekaligus menegur mereka agar menghentikan keributan.
“Tetapi justru menjadi korban pengeroyokan,” terang AKP Sunardi.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan harus menjalani perawatan medis. Polsek memastikan proses hukum akan terus berjalan, sembari mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap fakta secara menyeluruh.
Di sisi lain, masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan. Laporan dapat disampaikan melalui kantor polisi terdekat maupun layanan darurat Polri 110.
(Api/Ahmad M)













