Balangan Perkuat Sekolah Ramah Anak, Kepala Sekolah Ikuti Implementasi KHA

DP3A P2KB PMD Balangan melaksanakan kegiatan Implementasi Konvensi Hak Anak guna mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Senin (8/6). (Foto : Mc Balangan)

JURNALKALIMANTAN.COM, BALANGAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan, melaksanakan kegiatan Implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) sebagai upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kegiatan berlangsung di Aula Dharma Setya DP3A P2KB PMD Balangan, Paringin Selatan, Senin (8/6/2026), dan diikuti para kepala sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Sekretaris DP3A P2KB PMD Balangan, Akhmad Sufian mengatakan, keterlibatan kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan diharapkan mampu membangun kesadaran bersama, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak.

Menurutnya, Sekolah Ramah Anak bertujuan memastikan lingkungan sekolah dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan ruang berekspresi bagi peserta didik selama menjalani proses pembelajaran.

“Sekolah Ramah Anak ini sifatnya untuk menjamin lingkungan sekolah bisa memberikan suasana yang nyaman bagi anak-anak, untuk mengekspresikan segala keterampilan dan tentu saja memberikan rasa aman bagi mereka di sekolah,” ujarnya.

Ia menilai implementasi Sekolah Ramah Anak menjadi langkah penting dalam pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan penerapan program tersebut di Kabupaten Balangan.

“Ini sangat penting, karena bagaimanapun anak-anak adalah penerus bangsa kita. Masa depan Kabupaten Balangan juga ditentukan oleh anak-anak kita. Oleh karena itu, kita berupaya semaksimal mungkin agar Sekolah Ramah Anak ini bisa terwujud di Kabupaten Balangan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Balangan dapat semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

(Adv/Mc Balangan)