JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat konektivitas melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Sepanjang tahun 2025, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merealisasikan pemeliharaan jalan sepanjang 2.177,242 meter, peningkatan struktur jalan 30.889 meter, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan 54.953 meter, serta pembangunan jalan baru 2.485 meter.
Di sektor jembatan, pemerintah daerah juga melaksanakan rehabilitasi sepanjang 319,8 meter, pembangunan jembatan baru 155 meter, pemeliharaan jembatan 262,85 meter, dan peningkatan atau pelebaran jembatan 42 meter.
Dampak pembangunan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya di Dusun Lok Nyiur, Desa Pengambau Hilir Luar, Kecamatan Haruyan. Selama bertahun-tahun, warga harus melintasi wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari akibat keterbatasan akses.
Sudiani, Ketua RT 2 Pengambau Hilir Luar, mengatakan pembangunan jalan Lok Nyiur–Pudak menjadi perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Pihaknya sangat bersyukur Pemkab HST memperhatikan Dusun Lok Nyiur yang selama sekitar 20 tahun terisolasi dan belum tersentuh pembangunan.

“Terimakasih pak Bupati Samsul Rizal atas atensi pembangunan di Lok Nyiur. Dulu kami harus melewati Kabupaten tetangga untuk aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, bahkan saat anak-anak berangkat ke sekolah, kini kami sangat dipermudah,” ungkap Sudiani, Kamis (11/6/2026)
Manfaat serupa juga dirasakan warga Kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai. Warga setempat, Syamsuddin, menyebut pembangunan jalan beton yang ditinggikan di kawasan Tri Kesuma membantu mengurangi dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat.
“Karena kami tinggal di bantaran sungai, banjir memang sering terjadi. Namun dengan adanya jalan beton yang ditinggikan, masyarakat tetap bisa beraktivitas meski banjir datang,” katanya.
Selain memudahkan mobilitas saat banjir, jalan tersebut juga memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar serta menjadi akses penting bagi para pelajar menuju sejumlah sekolah di Kelurahan Barabai Darat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten HST, Syahidin, mengatakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membuka akses, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung kegiatan pendidikan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami terus melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan,” ujar Syahidin.
(Rz)













