Pemangkasan Dana dari Pemerintah Pusat, Tunda Penyelesaian Aula BPKAD Batola hingga 2027

Bangunan Aula BPKAD Batola yang dibangun. (Foto : Alibana)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, membuat tertundanya kelanjutan pembangunan Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada 2026.

Meski tahap pertama telah rampung, proyek baru ditargetkan kembali berlanjut pada 2027.

Kepala BPKAD Fuad Syekh mengatakan, pembangunan aula memang dirancang secara bertahap.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2025, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur bangunan, pemasangan atap, dan sebagian dinding.

“Jadi memang belum selesai dan kontraknya sampai akhir Desember saja,” ujarnya kepada jurnalkalimantan.com, Jumat (26/6).

Fuad menjelaskan, kelanjutan pembangunan belum dapat dianggarkan pada TA 2026, karena kemampuan keuangan daerah terdampak pemangkasan dana TKD dari pemerintah pusat.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pekerjaan Umum (PU) untuk dapat menganggarkan lagi lanjutannya pada TA 2027, sehingga dapat selesai. Termasuk kenapa TA 2026 belum dapat dilanjutkan, karena anggaran Kabupaten Batola dari Dana Transfer Pusat (TKD) TA 2026 sangat banyak pemotongannya. Mudah-mudahan dari PU dapat menganggarkan lagi pada TA 2027, sehingga bangunan ini dapat digunakan dengan baik,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (27/6), struktur beton dan rangka atap baja ringan bangunan telah terpasang. Namun, sebagian dinding masih belum dikerjakan, karena masuk dalam tahap pembangunan berikutnya.

Sesuai papan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Batola, pekerjaan lanjutan pembangunan Aula BPKAD pada TA 2025 memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.960.313.680, bersumber dari APBD Batola. Proyek tersebut dikerjakan PT Tolping Jaya dengan pengawasan PT Udaya Reka Optima selama 60 hari kalender, mulai 31 Oktober hingga 29 Desember 2025.

(Alibana/Ahmad M)