JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Bunda Literasi Hulu Sungai Tengah (HST), Deni Era Yulyantie, meluncurkan buku antologi puisi Ziarah Embun serta buku cerita rakyat Sampana Carita Intingan dan Dayuhan sebagai upaya mendokumentasikan karya sastra dan kekayaan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman, Rabu (24/6/2026) di Gedung Pendopo Bupati.
Buku antologi puisi Ziarah Embun memuat karya dari 100 penyair yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN), birokrat hingga warga binaan rumah tahanan. Sementara itu, buku Sampana Carita dan Dayuhan berisi kumpulan cerita rakyat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Hulu Sungai Tengah.
Dalam sambutannya, Deni Era Yulyantie yang akrab disapa Mama Deden menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyair dan penulis cerita rakyat yang telah berkontribusi dalam penyusunan kedua buku tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap karya sastra daerah sangat penting untuk menjaga keberlangsungan cerita rakyat dan kekayaan budaya Banua agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Melalui buku ini, kita tidak hanya mendokumentasikan karya sastra, tetapi juga menjaga identitas dan warisan budaya daerah agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Mama Deden juga berharap kedua buku tersebut tidak hanya tersedia di Perpustakaan Daerah, tetapi dapat disebarluaskan ke sekolah-sekolah serta fasilitas publik lainnya sehingga semakin mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Yani, menilai peluncuran kedua buku tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya daerah. Ia berharap karya-karya yang telah dibukukan tidak berhenti sebagai dokumentasi tertulis, tetapi dapat terus dikembangkan dalam bentuk karya kreatif lainnya.
Menurutnya, sejumlah tokoh dalam cerita rakyat Hulu Sungai Tengah memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas melalui media yang dekat dengan generasi muda, seperti animasi dan konten digital.
“Ke depan kita berharap karya ini tidak berhenti dalam bentuk buku saja. Cerita rakyat yang kita miliki bisa dikembangkan menjadi karakter animasi seperti Intingan atau Dayuhan sehingga lebih mudah dikenalkan kepada masyarakat luas dan menjadi bagian dari identitas budaya daerah,” kata Muhammad Yani.
Peluncuran buku turut dirangkai dengan pembacaan puisi dan cerita rakyat oleh sejumlah penulis yang karyanya termuat dalam kedua buku tersebut. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari para peserta yang hadir.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata HST Muhammad Ramadlan, serta Ketua KNPI HST Nadea Rizky Ananda.
Melalui peluncuran buku ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap semangat literasi dan pelestarian budaya daerah terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ruang bagi para penulis lokal untuk menyalurkan karya dan kreativitas mereka.
(Rz)













