JURNALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menutup turnamen minisoccer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Alwiesta, Senin (10/8/2026) malam.
Turnamen yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kotabaru tersebut berlangsung selama dua hari, sejak 9 hingga 10 Agustus 2026.
Ajang olahraga ini melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan stakeholder di Kabupaten Kotabaru. Sekitar 80 pemain ambil bagian, yang berasal dari gabungan kepala SKPD, anggota DPRD, Forkopimda, camat, kepala bidang, serta perwakilan BUMN dan BUMD.
Empat tim ambil bagian dalam turnamen tersebut, yakni Tim Biru, Hijau, Merah, dan Putih. Para pemain dari berbagai instansi tersebut digabung secara acak, sehingga pertandingan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
Hasil pertandingan menempatkan Tim Hijau sebagai juara pertama, disusul Tim Biru sebagai juara kedua. Sementara Tim Merah berada di posisi ketiga dan Tim Putih sebagai juara keempat.
Selain pertandingan, suasana penutupan semakin meriah dengan pembagian doorprize kepada penonton. Sejumlah hadiah disiapkan, mulai dari sepeda, kulkas, mesin cuci, hingga berbagai hadiah hiburan lainnya.
Penutupan turnamen secara resmi dilakukan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotabaru, H. Minggu Basuki.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut, termasuk pemerintah daerah, sektor perbankan, SKPD, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotabaru.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan semua pihak, baik dari pemerintah daerah, perbankan, maupun perusahaan. Turnamen ini juga melibatkan berbagai unsur, sehingga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Minggu Basuki, turnamen tersebut tidak hanya menjadi kegiatan olahraga dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarinstansi.
Pasalnya, para pemain berasal dari berbagai latar belakang dan digabung secara acak dalam satu tim. Kondisi tersebut dinilai memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal dan membangun komunikasi di luar aktivitas kedinasan.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa saling mengenal, karena pemainnya berasal dari berbagai latar belakang dan digabung secara acak. Ini menjadi nilai positif dalam membangun kebersamaan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, baik dalam rangka memperingati hari besar nasional maupun momentum penting lainnya di Kabupaten Kotabaru.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya.
(Adv/Eca)













