Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Trio Motor Ingatkan #Cari_Aman

Suasana Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Saat Berkendara di Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menjadi perhatian bagi pengguna sepeda motor. Selain berdampak terhadap kesehatan, asap pekat juga dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mencatat lebih dari 7.000 kasus ISPA dan pneumonia sepanjang musim kemarau. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi asap semakin tebal.

Situasi tersebut turut menjadi perhatian PT Trio Motor. Melalui tim Safety Riding, Trio Motor mengingatkan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan prinsip #Cari_Aman saat berkendara di tengah kondisi kabut asap.

PIC Safety Riding PT Trio Motor, Yoga Prabowo, mengatakan pengendara perlu menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi lingkungan dan tidak memaksakan perjalanan apabila situasi sudah tidak memungkinkan.

“Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan menyulitkan pengendara melihat kendaraan maupun kondisi jalan. Karena itu, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, gunakan masker dan pastikan visor helm tetap bersih. Jika pandangan sudah terlalu terbatas, jangan memaksakan perjalanan dan segera mencari tempat berhenti yang aman,” ujar Yoga.

Sebelum berkendara, pengendara disarankan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik dapat membantu mengurangi paparan asap, sedangkan visor helm yang bersih membantu menjaga visibilitas selama perjalanan.

Saat berada di jalan, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan memperlebar jarak dengan kendaraan di depan. Jarak aman yang lebih panjang memberikan waktu reaksi lebih baik apabila terjadi pengereman mendadak.

Pengendara juga disarankan menghindari manuver tiba-tiba maupun menyalip ketika kondisi pandangan tidak memungkinkan. Kondisi sepeda motor juga harus diperhatikan. Pastikan lampu utama, rem, ban, dan komponen pendukung lainnya berfungsi dengan baik sebelum perjalanan. Lampu utama dapat membantu kendaraan lebih mudah terlihat pengguna jalan lain ketika visibilitas menurun.

Namun, pengendara tetap perlu menghindari penggunaan lampu jauh secara berlebihan karena pantulan cahaya pada partikel asap dapat semakin mengganggu pandangan.

Yoga menambahkan, pengendara harus mampu mengenali batas aman ketika kabut asap semakin pekat. Jika jarak pandang sudah sangat terbatas, pilihan terbaik adalah menunda perjalanan atau berhenti di lokasi yang aman hingga kondisi memungkinkan.

“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Jangan karena ingin cepat sampai, pengendara justru mengambil risiko dengan tetap melaju ketika jarak pandang sangat terbatas. Lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman daripada memaksakan perjalanan dalam kondisi yang berisiko,” tambahnya.

Edukasi keselamatan berkendara ini merupakan bagian dari Kampanye Sinergi Bagi Negeri sebagai upaya memberikan informasi yang relevan dengan kondisi masyarakat.

Melalui edukasi keselamatan, Trio Motor mendorong pengendara agar lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan, termasuk kondisi lingkungan yang tidak ideal seperti kabut asap.

Hal tersebut juga sejalan dengan semangat Contribution to The Nation Honda untuk membangun kepedulian terhadap keselamatan konsumen dan masyarakat. Melalui kampanye #Cari_Aman, Honda bersama Trio Motor mengajak seluruh pengguna sepeda motor menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.

Trio Motor mengingatkan masyarakat untuk selalu mempertimbangkan kondisi kesehatan, jarak pandang, dan situasi jalan sebelum berkendara. Dengan menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan yang tepat, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan, risiko di jalan dapat diminimalkan.

(Sumber : Trio Motor)