JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan mendesak pemerintah segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kelangkaan BBM subsidi.
Tuntutan itu disampaikan dalam aksi bertajuk “Kalsel Lumpuh” di depan Kantor DPRD Kalsel, Kamis (20/8/2026).
Mahasiswa memberi waktu dua pekan kepada Pemprov Kalsel untuk menangani karhutla dan kabut asap. Mereka juga meminta Gubernur Kalsel mengundurkan diri jika persoalan tersebut tidak terselesaikan dalam batas waktu tersebut.
Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK bersama anggota DPRD Kalsel H. Gt. Iskandar Sukma Alamsyah dan H. M. Syaripuddin menemui mahasiswa dan menerima aspirasi mereka.
Supian HK mengatakan Gubernur Kalsel tidak hadir karena menghadiri penutupan Jambore. Ia memastikan DPRD tetap menerima aspirasi mahasiswa.
“Gubernur sedang menjalankan tugas. DPRD hadir untuk menerima aspirasi,” ujar Supian HK.
Terkait tuntutan dua pekan, Pemprov Kalsel belum memastikan karhutla dan kabut asap dapat dituntaskan dalam waktu tersebut. Penanganan masih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Selain karhutla, mahasiswa mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Mereka juga menyampaikan persoalan pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah.
DPRD Kalsel berkomitmen mengawal aspirasi mahasiswa dan mendorong pihak terkait mengambil langkah konkret.
“Kami akan mengawal aspirasi ini,” tegasnya.
Penanganan karhutla, ketersediaan BBM subsidi, dan pasokan listrik dinilai menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. (YUN)













