Privy Wakili Indonesia di FinTech Alliance Awards 2026

CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi (dok. Privy)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Privy berhasil menorehkan prestasi di tingkat Asia dengan terpilih sebagai salah satu Top 30 Finalists Asia FinTech Alliance (AFA) Awards 2026. Perusahaan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke KOMDIGI ini menjadi salah satu dari hanya dua perusahaan asal Indonesia yang lolos dari total 88 nominasi yang berasal dari 16 negara dan wilayah di Asia.

Selain masuk Top 30, Privy juga menembus kategori Fastest Growth Award, yang menilai perusahaan dengan pertumbuhan bisnis dan potensi ekspansi paling kuat di pasar Asia.

Proses seleksi AFA Awards dilakukan secara bertahap dengan melibatkan dewan juri internasional dari Taiwan, Singapura, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Filipina, hingga Korea Selatan. Penilaian difokuskan pada sejumlah aspek, di antaranya cross-border impact (40 persen), transaction growth (25 persen), regulatory capability (20 persen), serta technology robustness (15 persen).

CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi, mengatakan capaian ini menjadi bukti bahwa perusahaan teknologi Indonesia mampu bersaing di ekosistem fintech regional yang semakin kompetitif.

“Masuknya Privy ke Top 30 AFA Awards membuktikan bahwa perusahaan teknologi dari Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat regional,” ujar Marshall.

Ia menambahkan, Privy berkomitmen mengembangkan infrastruktur digital trust yang dapat digunakan secara global, mencakup tiga elemen utama yaitu identitas digital, verifikasi identitas, dan tanda tangan elektronik.

Dalam kategori Fastest Growth, Privy bersanding dengan sejumlah perusahaan fintech Asia lainnya, termasuk PolicyStreet dan Carsome Capital (Malaysia), Nepal Clearing House Limited (Nepal), December & Company Inc (Korea Selatan), serta Ocean Inc (Jepang).

Chairwoman Asia FinTech Alliance, Jaclyn Tsai, menegaskan bahwa AFA Awards tidak hanya menilai inovasi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam menciptakan dampak lintas negara dan memperluas solusi ke berbagai pasar.

“Dunia membutuhkan jembatan yang dapat berkembang dalam skala besar. Penghargaan ini membuka peluang kolaborasi dan ekspansi lintas negara di Asia,” ujarnya.

Saat ini, Privy telah melayani lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi dan 300.000 bisnis di Indonesia. Pengakuan di AFA Awards 2026 juga membuka akses perusahaan ke jaringan Asia FinTech Alliance Affiliate Membership, yang memperkuat peluang kolaborasi dan ekspansi bisnis di kawasan Asia. (Viz)