Hadapi Dinamika Masalah Sosial, Dinsos Kalsel Perkuat Kapasitas Pekerja Sosial

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bimbingan Teknis bagi Jabatan Fungsional Pekerja Sosial, P3K, dan Tenaga Analis di Banjarbaru, Rabu (9/9/2026). (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kompetensi pekerja sosial dan tenaga pendukung pelayanan sosial melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jabatan Fungsional Pekerja Sosial, P3K, dan Tenaga Analis.

Kegiatan yang digelar di Banjarbaru, Rabu (9/9/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas tenaga sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, M. Farhanie, mengatakan pekerja sosial merupakan salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan pelayanan dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di daerah.

“Pekerja sosial ini merupakan ujung tombak kami di Dinas Sosial terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Karena itu, kawan-kawan kita bekali terus dan kita update pengetahuan-pengetahuannya terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” ujar Farhanie.

Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi penting karena permasalahan sosial terus berkembang dan membutuhkan penanganan yang tepat serta profesional.

Bimtek tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pembekalan sesuai dengan tugas dan fungsi peserta. Kegiatan berlangsung selama dua hari dan diikuti 57 peserta.

Dari jumlah tersebut, dua peserta berasal dari Pekerja Sosial (Peksos) RSJ Sambang Lihum, sedangkan 55 peserta lainnya berasal dari lingkungan Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

Farhanie berharap pembekalan tersebut dapat membantu para pekerja sosial meningkatkan kapasitas sehingga lebih optimal dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Harapannya, rekan-rekan Peksos bisa meng-upgrade pengetahuannya dan nantinya pada saat melaksanakan tugas dapat lebih mudah dalam menjalankan perannya sebagai pekerja sosial, khususnya terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, pembaruan pengetahuan dan peningkatan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tenaga sosial mampu menyesuaikan diri dengan dinamika permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, Farhanie berharap pelayanan kesejahteraan sosial di Kalimantan Selatan dapat diberikan secara semakin tepat, efektif, dan profesional.

Sementara itu, terkait jumlah keseluruhan pekerja sosial di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Farhanie menyebutkan data tersebut masih dalam proses pemutakhiran.

(Adv/MC Kalsel)