JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pembelajaran, peningkatan kompetensi, serta pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Soft Launching Lembaga Kursus Murakata Student Learning and Support Centre (MSLSC) sekaligus Launching BUTAH BAHARI HST (Bubuhan Revitalisasi Bahasa Daerah Banjar Lestari) yang digelar di Pendopo Bupati Hulu Sungai Tengah, Rabu (7/10/2026).
Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, melalui Sekretaris Daerah HST M. Pajaruddin, menyampaikan apresiasi atas hadirnya kedua inovasi tersebut. Ia menyebut, Murakata SLSC dan BUTAH BAHARI merupakan dua ikhtiar penting untuk memperluas ruang belajar, memperkuat akses terhadap pengetahuan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten HST.
“Dua ikhtiar ini hadir dengan peran yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, adaptif, inovatif, dan dekat dengan masyarakat,” ujar M. Pajaruddin menyampaikan pesan Bupati HST.
Bupati menilai kehadiran Murakata Student Learning and Support Centre menjadi langkah positif dalam mendukung peningkatan akses dan mutu pendidikan nonformal di HST. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melalui berbagai bentuk pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan keterampilan di luar pendidikan formal.
MSLSC sendiri hadir melalui kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Briton English Education, dan Cambridge University, dengan orientasi pembelajaran Bahasa Inggris yang mengacu pada standar internasional.
“Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia yang begitu cepat, anak-anak dan generasi muda kita perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, penguasaan teknologi serta karakter yang baik,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Daerah berharap Murakata SLSC dapat menjadi wadah belajar, pengembangan potensi, dan peningkatan kompetensi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten HST.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten HST juga meluncurkan inovasi BUTAH BAHARI HST, yang merupakan singkatan dari Bubuhan Revitalisasi Bahasa Daerah Banjar Lestari.
BUTAH BAHARI merupakan platform digital terpadu yang memuat dokumentasi arsip, data guru, serta capaian prestasi peserta didik. Kehadiran platform ini dinilai penting di tengah perkembangan teknologi yang menuntut pengelolaan informasi dan pengetahuan secara lebih terintegrasi, mudah diakses, serta dapat dimanfaatkan secara luas.
Bupati Samsul Rizal berharap BUTAH BAHARI tidak hanya menjadi tempat penyimpanan data dan dokumentasi, tetapi berkembang menjadi ruang digital yang hidup dan mampu menghubungkan data, pengetahuan, prestasi, guru, peserta didik, serta masyarakat.
Lebih dari itu, inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya daerah, khususnya bahasa Banjar, di tengah derasnya perkembangan zaman.
Menurut Bupati, kedua inovasi tersebut memiliki semangat yang saling melengkapi. MSLSC memperkuat kompetensi manusia, sementara BUTAH BAHARI memperkuat ekosistem pengetahuan dan informasi.
“Saya berharap kedua inovasi ini dapat tumbuh secara berdampingan dan saling menguatkan. Keduanya merupakan bagian dari upaya kita membangun ekosistem pendidikan yang semakin terbuka, inovatif, dan dekat dengan masyarakat,” pesannya.
Bupati juga berpesan kepada para pengelola, tenaga pendidik, dan seluruh pihak yang terlibat agar senantiasa mengutamakan kualitas pembelajaran, terus berinovasi, serta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak lainnya juga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin baik.
Bupati Samsul Rizal turut mengajak anak-anak dan generasi muda HST untuk memanfaatkan berbagai kesempatan belajar yang tersedia.
“Jangan pernah berhenti belajar, jangan takut mencoba, dan terus kembangkan potensi yang kalian miliki,” pesannya.
Ia berharap generasi muda Hulu Sungai Tengah tumbuh menjadi generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, mampu bersaing, namun tetap memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap daerahnya.
Peluncuran MSLSC dan BUTAH BAHARI HST, lanjutnya, hendaknya dimaknai sebagai awal dari perjalanan panjang dalam membangun pendidikan di daerah.
Bupati berharap kedua inovasi tersebut terus tumbuh dan berkembang serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Mari kita hadirkan lebih banyak ruang untuk belajar, kita buka lebih banyak kesempatan dan kita wujudkan sumber daya manusia Hulu Sungai Tengah yang unggul, terampil, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Adv/Rz)













