JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Sejarah, keteladanan tokoh, dan nilai-nilai luhur masyarakat Banjar diabadikan dalam buku terbaru karya putra asli Kabupaten Barito Kuala, H. Kaspul Anwar, S.Pd., M.Pd., berjudul Perjalanan Panjang dan Catatan Profetik Kearifan Urang Banjar.
Buku tersebut mengulas perjalanan panjang masyarakat Banjar, mulai dari masa Kesultanan Banjar hingga era modern. Sejumlah tokoh berpengaruh turut diangkat, mulai dari Sultan Suriansyah hingga ulama kharismatik Guru Sekumpul.
Penulis yang lahir di Handil Barabai, Desa Sungai Punggu Baru, Kecamatan Anjir Muara, pada 12 Juni 1985, saat ini mengemban amanah sebagai Kepala SMAN 1 Belawang.
Melalui buku tersebut, ia berupaya menghadirkan sejarah Banjar bukan sekadar catatan masa lalu, juga sebagai sumber pembelajaran dan inspirasi bagi generasi penerus.
“Saya ingin menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran. Banyak tokoh Banjar yang bisa menjadi panutan, seperti Sultan Suriansyah, Sultan Adam, Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antasari, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan kitab Sabilal Muhtadin-nya, K.H. Kasyful Anwar sebagai tokoh utama pengembangan Pesantren Darussalam Martapura, hingga Guru Sekumpul,” ungkapnya melalui siaran persnya, Rabu (28/10/26).
Tidak hanya mengulas tokoh-tokoh dari masa kerajaan dan perkembangan Islam di Banua, buku ini juga menyoroti sejumlah figur modern yang dinilai memiliki kontribusi bagi Kalimantan Selatan.
Di antaranya mantan Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Ariffin yang dikaitkan dengan kebijakan Peraturan Daerah (Perda) Al-Qur’an, pengusaha H. Sulaiman HB yang dikenal atas kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan pendidikan, serta Sultan Khairul Saleh yang berperan dalam restorasi Kesultanan Banjar dalam konteks kebudayaan.
Kaspul menjelaskan, gagasan penulisan buku ini berangkat dari keinginannya agar generasi muda Banjar tetap mengenal akar sejarah dan tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, seperti religiusitas, kejujuran, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama, perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui buku Perjalanan Panjang dan Catatan Profetik Kearifan Urang Banjar, ia berharap sejarah dan keteladanan tokoh Banjar dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pedoman bagi generasi muda dalam mempertahankan identitas dan kearifan lokal Banua.
(Alibana/Ang)













