JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengambil momentum Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021, Dinas Perpustakan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membawa badut dan pendongeng bersama 2 armada perpustakaan keliling, ke TK/PAUD Tarbiyatul Athfal UIN Antasari Banjarmasin, untuk mendekatkan buku sejak dini.
Beranggotakan 8 orang yang dipimpin Kasi Pelayanan dan Kerja Sama Perpustakaan Dispersip Kalsel Hj. Ermawati, A.Md., rombongan disambut antusias para anak didik, Kamis (22/07/2021).
Berlangsung di halaman terbuka, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, di kesempatan ini juga dibagikan masker secara gratis kepada anak-anak yang lupa membawa masker.
Diawali dengan perkenalan dari 2 pendongeng Kak Rizki dan Jamal, acara dilanjutkan menyanyi bersama “Lagu Rukun Iman” dan “Senam Jari”, disambung dengan berdongeng yang dilaksanakan secara interaktif diselingi tanya jawab.
Bagi anak yang dapat menjawab diberikan hadiah istimewa dari Kepala Dispersip Kalsel, hingga mebuat anak-anak semakin bersemangat dan ceria.
Setelah diajak bersenang-senang, generasi penerus bangsa ini juga diajak membaca buku yang dibagikan badut, guna mengenalkan dan menumbuhkan minat baca dari kecil.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian paket makanan (susu kotak, kue, dan makanan ringan) oleh rombongan Palnam Berdongeng, kepada semua anak-anak yang berhadir.
“Kegiatan ini adalah salah satu upaya kita untuk mendekatkan buku terhadap usia anak, yang harapannya mereka menjadi generasi emas yang dekat dengan buku hingga dapat bersaing di kemudian hari,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani, melalui siaran persnya, Jumat (23/07/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala TK Tarbiyatul Athfal Dharma Wanita Persatuan UIN Antasari Sri Purnama Hayati, mengungkapkan kegembiraan dan ucapan terima kasih atas perhatian Kepala Dispersip Kalsel dan rombongan.
“Semoga ke depan kegiatan serupa dapat kembali dijadwalkan di sini dan secara berkala,” bebernya.
Seperti diketahui, Peringatan Hari Anak Nasional merupakan kepedulian terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.
Peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian semua unsur, baik orang tua, keluarga, guru dan pendidik, masyarakat, dunia usaha, media massa, dan pemerintah, terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak agar menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.














