Tegas! PAM Bandarmasih Putus Saluran Pelanggan yang Sedot dan Jual Beli Air di Tengah Kemarau

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, saat memberikan tererangan pada media, Jum'at (4/9). (Foto: Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, bagi warga Kota Banjarmasin yang terdampak penurunan distribusi air selama musim kemarau.

Direktur Utama Zulbadi mengatakan, saat ini, PAM Bandarmasih memiliki sekitar 10 unit mobil tangki, hasil kerja sama dengan Palang Merah Indonesia serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Ia menjelaskan, pendistribusian air bersih darurat diprioritaskan bagi wilayah atau masyarakat yang kesulitan mendapatkan air atau aliran airnya tidak mengalir.

Untuk mempercepat pelayanan, masyarakat diimbau menyampaikan permintaan melalui RT atau RW agar distribusi dapat dilakukan secara kolektif.

“Dengan begitu, dapat disediakan penampungan atau tandon. Kalau dilakukan satu per satu ke rumah warga, tentu membutuhkan waktu lebih lama dan berdampak terhadap mobilitas distribusi untuk menjangkau banyak lokasi,” ujar Zulbadi, usai RUPS, di Aula kantornya, Jum’at (4/9/26).

Menurutnya, pola distribusi secara kolektif diharapkan dapat membuat layanan lebih efektif, sekaligus memastikan masyarakat yang terdampak kemarau tetap memperoleh pasokan air bersih.

“Melalui sistem ini kami ingin masyarakat yang terdampak musim kemarau tetap kebagian air bersih,” kata Dirut.

Ia menjelaskan, berkurangnya produksi dan distribusi air PAM Bandarmasih tidak terlepas dari meningkatnya kadar garam pada air Sungai Martapura akibat kondisi kemarau.

Tingginya kadar garam air baku tersebut memengaruhi proses produksi air bersih, sehingga berdampak terhadap kapasitas distribusi kepada pelanggan.

Di sisi lain, Zulbadi mengimbau masyarakat tidak menggunakan mesin pompa berkapasitas besar dalam mengambil air secara berlebihan, terlebih untuk diperjualbelikan, karena dapat mengurangi kesempatan pelanggan lain mendapatkan pasokan air.

“Kami sudah menindak. Ada yang kami putus salurannya. Temuan ini berdasarkan laporan warga. Kalau selanjutnya masih ditemukan, kami akan memberikan teguran dan mengambil tindakan,” tegasnya.

PAM Bandarmasih mengajak masyarakat ikut mengawasi penggunaan air secara bijak selama kondisi kemarau, serta melaporkan apabila menemukan praktik pengambilan air yang dinilai mengganggu distribusi kepada pelanggan lainnya.

(Ih/Ahmad M)