GOW Kotabaru Perkuat Peran Perempuan dalam Pelestarian Lingkungan melalui Eco Enzyme

Suasana pertemuan rutin WKRI Kabupaten Kotabaru, yang dihadiri Ketua GOW Kabupaten Kotabaru, Selasa (7/7). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru, mendorong perempuan menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Upaya tersebut diwujudkan dalam pertemuan rutin yang digelar oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kabupaten Kotabaru, dengan mengusung tema “Peran Perempuan dalam Menjaga Lingkungan: Pemanfaatan Eco Enzyme dari Dapur untuk Bumi yang Lebih Baik”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ratu Intan Lantai 2, Selasa (7/7/2026), diikuti pengurus dan anggota organisasi wanita se-Kabupaten Kotabaru. Pertemuan berlangsung interaktif dengan menghadirkan edukasi mengenai pengolahan limbah organik dapur menjadi eco enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan.

Ketua Pelaksana dari WKRI Kabupaten Kotabaru, Tri Wahyu Ningsih, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik secara sederhana namun memberikan manfaat besar.

“Dengan memanfaatkan sisa buah dan sayur dari dapur, eco enzyme dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, perawatan tanaman, hingga membantu menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana dari rumah tangga dapat menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan cairan serbaguna yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Kotabaru, Siti Khadijah Syairi Mukhlis, mengapresiasi inisiatif WKRI yang dinilai sejalan dengan upaya membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Ketua GOW Kotabaru saat menyampaikan sambutan.

Ia menegaskan perempuan memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar mengenai pengelolaan sampah yang bijak.

“Perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengedukasi keluarga dan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bijak untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Khadijah juga mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Kotabaru untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat sinergi, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai program sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.

“Saya yakin organisasi perempuan di Kotabaru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kotabaru yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menerima materi dari narasumber Roberta Tri Harjanti, S.Pd. Selain memaparkan manfaat eco enzyme, narasumber menjelaskan tahapan pembuatannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan ditutup dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antarpeserta.

Melalui kegiatan ini, GOW Kabupaten Kotabaru berharap semakin banyak perempuan yang menerapkan pengelolaan sampah organik dari rumah, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(Adv/Eca)