Kepengurusan Federasi Olahraga Petanque Indonesia Kota Banjarmasin Resmi Dilantik

Federasi Olahraga Petanque

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kepengurusan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Banjarmasin periode 2021–2025, resmi dilantik dan dikukuhkan Ketua Umum FOPI Kalimantan Selatan melalui Kabid Organisasi Drs. Hermanto Ginting, di salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (18/6/2022).

Ketua FOPI Banjarmasin Misrannudin mengatakan, pihaknya sudah bekerja sebelum dilantik, bahkan sejak Desember lalu.

“Kita sudah mengikuti Kejuaraan Provinsi di Banjarbaru dan meraih 3 perunggu 1 perak,” paparnya selepas acara.

“Jadi, untuk program kerja ini sudah berjalan, namun pengukuhannya yang agak terlambat,” sambungnya.

Misran pun sedikit menceritakan sejarah dan asal usul olahraga petanque yang berasal dari Prancis.

“Seperti kita main kelereng, bedanya ada batasnya, tapi petanque lebarnya 1 meter dan panjangnya 4 meter,” jelasnya.

“Yang kedua, menggunakan alat bola besi (bosi),” sambungnya.

Untuk memainkan olahraga ini, lanjut Misran, bisa dilakukan secara beregu maupun perorangan.

“Olahraga ini juga memerlukan konsentrasi penuh,” imbuhnya.

Adapun permainannya menggunakan sistem nilai, dengan perorangan akan mendapatkan 3 bosi dan beregu 9 bosi.

“Kita harus mendekatkan bosi kita ke induk bosi kecilnya. Bosi siapa yang paling dekat, akan mendapatkan nilai. Tapi kalau bosi kecilnya keluar, tidak dihitung atau draw (semua batal),” urainya.

Untuk mengenalkan petanque ke masyarakat, pihaknya akan menggandeng guru-guru olahraga sekolah dasar.

“Rencana ke depan, kami mengenalkan ke masyarakat sekolah terlebih dahulu, untuk kemudian menggelar kejuaraan antar sekolah, baru ke tingkat kecamatan. Pengurus petanque ini semuanya guru olahraga se-Kota Banjarmasin,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Banjarmasin H. Hermansyah, mengaku sangat bersyukur atas pelantikan kepengurusan ini.

“Kita sangat bersyukur, karena petanque ini salah satu olahraga yang disenangi masyarakat,” ujarnya.

H. Hermansyah pun menginginkan agar pengurus baru dapat menggencarkan sosialisasi.

“Hal ini juga sebagai salah satu cara kita untuk mengurangi kenakalan anak-anak remaja. Karena dengan mereka berolahraga, perbuatan negatif akan hilang sendirinya,” katanya.

“Kami juga berharap petanque ini berprestasi bukan hanya di tingkat kota, provinsi, atau nasional saja, tetapi juga dunia,” harapnya.

H. Hermansyah juga menginginkan petanque ini dapat dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi yang akan dilaksanakan tahun ini di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Kita minta para pengelola cabang olahraga maupun pengurus agar fokus mencetak atlet yang andal, untuk dibawa dalam pertandingan di level atas,” pintanya.

Kemudian H. Hermansyah menginginkan antara KONI dan FOPI Kota Banjarmasin dan FOPI Provinsi Kalsel dapat bersinergi.

“Agar petanque ini benar-benar dapat dikenal di masyarakat, dan bagaimana sih permainannya, sehingga mereka tertarik dan ikut berpartisipasi, baik sebagai atlet maupun pencinta atau penggemar,” bebernya.

“Jadi inilah tugas dan amanah para pengurus yang harus dijalankan, semoga petanque berjaya di Kota Banjarmasin khususnya, dan Kalsel umumnya,” pungkasnya.

(Saprian)