Menjaga Sungai Menjaga Masa Depan Bersama Titik Fokus Karya

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Guna meningkatkan literasi masyarakat utamanya generasi muda agar lebih peduli terhadap sungai, organisasi Titik Fokus Karya bekerja sama dengan Yayasan Save The Children Indonesia melaksanakan seminar mengurangi risiko bencana dan pemanfaatan Aplikasi Bumi Kita, bertemakan “Menjaga Sungai Menjaga Masa Depan”, berlangsung di Aula Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin, Selasa (24/1/2023).

“Karena sungai di Kota Banjarmasin ini urat nadi, jadi tidak mungkin kita abaikan begitu saja, harus kita jaga dan rawat bersama,” ungkap Ketua Titik Fokus Karya Muhammad Ridha, di sela kegiatan.

Dikatakannya, meskipun berada di tengah kota, bencana tidak bisa dihindari, seperti Banjarmasin ini, sehingga perlu adanya edukasi bagaimana cara mengurangi risiko bencana.

“Misalnya ketika ada banjir dan kebakaran, apa yang sebaiknya harus kita lakukan,” katanya.

Pada seminar ini sekaligus disosialisasikan Aplikasi Bumi Kita, yang dikembangkan oleh Save The Children dan Google.

“Jadi, dalam aplikasi itu ada informasi seperti beberapa narasi yang dapat dibaca, podcast tentang bagaimana mengurangi risiko bencana, dan semacam gim,” jelasnya.

“Jadi, memang tujuannya menyasar anak-anak muda, supaya lebih peduli lingkungan dan mawas diri ketika ada bencana,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Ibnu Sina yang didaulat sebagai pembicara utama, mengajak semua warga punya kesadaran untuk merawat, menjaga, serta menghidupkan sungai.

“Karena daya tahan kota ini akan sangat tergantung sejauh mana kita bisa tetap memfungsikan sungai sebagai sarana transportasi dan pengendali banjir serta budaya kehidupan,” terangnya.

Pada seminar ini, Wali Kota juga mendorong semua peserta untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan tidak menutup jaringan sungai.

“Boleh membangun tetapi harus dengan izin. Kemudian, alur sungai tetap kita pertahankan. Ini memang upaya kecil yang kita lakukan, tetapi akan menyelamatkan Kota Banjarmasin, karena secara geografis kota ini berada 16 cm di bawah permukaan air laut,” bebernya.

Ia berharap melalui seminar ini bisa mendapatkan kesepakatan bersama dalam memberikan kontribusi untuk Kota Banjarmasin.

“Jadi, ini bukan hanya tugas pemerintah kota, tetapi tugas semua, kolaborasi pentahelix dari akademisi, dunia usaha, harus dilibatkan, dan komunitas pecinta lingkungan, warga kota, pemerintah daerah, serta media harus terlibat semuanya,” harapnya.

Seminar ini juga diikuti perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta serta pelajar.

(Saprian)