JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Optimalisasi lahan sawah menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mendorong peningkatan produksi padi. Melalui peningkatan frekuensi tanam, daerah ini berhasil meraih peringkat kedua kategori Indeks Pertanaman (IP) tertinggi untuk komoditas padi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026.
Capaian tersebut menunjukkan upaya peningkatan pemanfaatan lahan pertanian di Tanah Bumbu mulai membuahkan hasil. Saat ini, rata-rata Indeks Pertanaman di kabupaten tersebut tercatat mencapai 1,6.
Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel Syamsir melalui Sekretaris Dinas, Saptono, dalam Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Kalsel di Banjarbaru, Rabu (4/11/2026).
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Saptono, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan sektor pertanian.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, petani, kelompok tani, penyuluh, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian.
Menurutnya, peningkatan Indeks Pertanaman menjadi salah satu strategi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sawah sehingga dapat ditanami lebih sering dalam satu tahun.
Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), gerakan tanam serentak, pemberian bantuan benih dan sarana produksi, serta pendampingan kelompok tani.
Selain itu, penguatan peran penyuluh pertanian dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus dilakukan untuk mendukung peningkatan frekuensi tanam.
Indeks Pertanaman sendiri merupakan indikator yang menggambarkan berapa kali suatu lahan pertanian ditanami dalam kurun waktu satu tahun. Semakin optimal frekuensi penanaman, semakin besar pula peluang peningkatan produksi dan produktivitas lahan.
Bupati Andi Rudi Latif menegaskan, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai prestasi semata. Pemkab Tanah Bumbu berkomitmen meningkatkan Indeks Pertanaman melalui penguatan infrastruktur pertanian, optimalisasi sumber daya air, peningkatan ketersediaan sarana produksi, serta penerapan teknologi budidaya sesuai kondisi wilayah.
Ia juga mengapresiasi kontribusi petani, kelompok tani, penyuluh, dan jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang telah mendukung peningkatan kinerja sektor pertanian.
“Capaian Peringkat 2 ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan pertanian demi mewujudkan Kabupaten Tanah Bumbu yang maju, mandiri, dan berketahanan pangan,” pungkasnya.
Ke depan, peningkatan frekuensi tanam diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi padi Tanah Bumbu sekaligus mendukung ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
(Adv/Mc Tanbu)













