JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO TIMUR – Penggunaan teknologi modern dalam sektor pertanian mulai diterapkan di Kabupaten Barito Timur. Hal itu terlihat dalam kegiatan panen bersama padi sawah di Desa Kalamus, Kecamatan Paku, Rabu (6/5/2026), yang menggunakan alat mesin pertanian modern berupa combine harvester.
Bupati Barito Timur, M. Yamin, mengatakan penggunaan teknologi mekanisasi pertanian menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif.
“Panen hari ini terasa istimewa karena kita menggunakan teknologi mekanisasi pertanian. Ini adalah sinyal kuat bahwa pertanian kita bergerak maju menuju sistem yang cerdas, efisien, dan produktif,” ujar Yamin.
Menurutnya, penggunaan combine harvester mampu mempercepat proses panen yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari menjadi hanya beberapa jam per hektare. Selain itu, teknologi tersebut juga membantu mengurangi kehilangan hasil panen dan menjawab keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Bupati menegaskan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah harus dikelola secara optimal melalui Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA), sehingga pemanfaatannya dapat dirasakan seluruh kelompok tani secara merata.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan alat serta pengaturan jadwal penggunaan agar alsintan tetap berfungsi maksimal dalam jangka panjang.
Di Desa Kalamus sendiri, terdapat dua unit combine harvester bantuan pemerintah yang diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian modern.
Selain mekanisasi, Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga berkomitmen mendukung swasembada pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, jaringan irigasi, hingga pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian.
Yamin menilai tantangan pertanian ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga minimnya regenerasi petani. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak mulai dari pemerintah, petani, TNI, penyuluh, akademisi hingga dunia usaha.
“Kita harus menjaga semangat gotong royong untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah menuju Barito Timur yang mandiri pangan dan sejahtera,” katanya.
Kegiatan panen bersama tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya panen padi sawah di wilayah Desa Kalamus dan sekitarnya.
(Adv/Mc Bartim)













