JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Workshop Optimalisasi Pengembangan Kokurikuler melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Selasa (12/5/2026), di Aula Yuda Lalana Disdik HST.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 54 peserta yang terdiri dari 35 kepala SMP, 14 perwakilan MGMP dan MGBK, serta lima pengawas sekolah. Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler di satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar mengatakan, kegiatan kokurikuler memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan kepemimpinan, karakter, dan kreativitas siswa melalui program yang terencana dan terintegrasi.
“Melalui workshop ini, kami ingin menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam mengembangkan kegiatan kokurikuler yang lebih bermakna dan berdampak bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, workshop tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kepala sekolah terkait konsep dan peran kokurikuler dalam pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran MKKS dan MGMP/MGBK sebagai wadah kolaborasi pengembangan program pendidikan.
Tidak hanya itu, peserta juga dibekali kemampuan merancang dan mengelola kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan kurikulum, mendorong lahirnya inovasi sesuai karakteristik satuan pendidikan, hingga meningkatkan kemampuan monitoring dan evaluasi program kokurikuler.
Muhammad Anhar berharap, melalui kegiatan tersebut akan terbentuk ekosistem kolaborasi yang solid antara kepala sekolah, MGMP, dan MGBK dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ia juga menargetkan seluruh satuan pendidikan mampu menyusun dokumen perencanaan kokurikuler yang tertuang dalam Kurikulum Satuan Pendidikan, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi kegiatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Harapannya, sekolah-sekolah di HST mampu menghadirkan program kokurikuler yang tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga memperkuat karakter anak-anak kita sesuai semangat pendidikan saat ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Kalsel, Dr Santoso mendukung secara langsung workshop ini dengan turut berhadir dan berbagi wawasan dengan seluruh peserta mengenai pentingnya 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam mengembangkan kokurikuler.
“Transfer keilmuan itu bisa dengan mudah manakala kokurikuler ini bisa menjadi budaya di sekolah, misalnya anak-anak di kelas 8 mewariskan pengetahuannya kepada anak kelas 7. Hal ini bisa terjadi melalui kokurikuler, proses transfer budaya belajar di sekolah tersebut bisa dibangun,” ungkap Dr Santoso
Ia menyebut, kokurikuler bisa memberikan wahana atau tempat untuk anak-anak bisa belajar secara mandiri, terdampingi, dan termonitor.
“Sehingga transfer keilmuan yang dibangun oleh anak-anak menjadi lebih efektif. Tinggal kita nanti sebagai guru melihat output yang ingin diperoleh,” pungkasnya.
(Rz)













