Pemkab HST Siapkan Pendirian BUMD Sektor Pertanian

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyiapkan pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian.

BUMD nantinya diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu memperpendek rantai distribusi komoditas yang dihasilkan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) HST, Muhiddin, mengatakan potensi pertanian menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat penguatan melalui keberadaan BUMD.

Menurutnya, selama ini rantai distribusi sejumlah komoditas masih cukup panjang. Kondisi tersebut dinilai perlu diatasi agar nilai ekonomi yang dihasilkan lebih banyak dirasakan masyarakat daerah.

“Bagaimana juga nanti BUMD bisa memperpendek rantai tersebut. Kemudian bagaimana BUMD juga bisa mengelola komoditas-komoditas yang memang banyak diusahakan oleh masyarakat kita,” ujarnya dalam Forum konsultasi publik pemantapan pendirian BUMD, Rabu (7/10/2026).

Penguatan tersebut nantinya dapat dilakukan melalui hilirisasi. Hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dikembangkan melalui proses pengolahan hingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Muhiddin menyebut keberadaan BUMD juga diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka, tetapi turut dirasakan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan berkembangnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan terbentuknya BUMD, kita berharap yang pertama akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Selain mengelola komoditas, BUMD juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sejumlah kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi terhadap harga karena adanya berbagai aturan dan mekanisme birokrasi.

Dengan adanya badan usaha daerah, pengelolaan komoditas dapat dilakukan melalui mekanisme bisnis yang lebih fleksibel.

BUMD juga diproyeksikan menjadi salah satu penggerak hilirisasi pertanian dan sektor potensial lainnya di HST.

Muhiddin mengatakan arah tersebut sejalan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang menempatkan transformasi perekonomian daerah dan peningkatan daya saing sebagai bagian penting pembangunan.

Ke depan, keberadaan BUMD diharapkan dapat membuat potensi ekonomi daerah tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (Rz)