Pemkot Banjarmasin Tekankan Pengasuhan Bebas Kekerasan di TPA dan Daycare

Kepala DP3A Banjarmasin (tengah) saat menyampaikan sambutan pada sosialisasi Konvensi Hak Anak, senin (11/5). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga penyedia layanan Taman Penitipan Anak (TPA) atau daycare, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Sosialisasi Konvensi Hak Anak (KHA) bagi pengasuh dan pengelola TPA/daycare.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemenuhan hak anak, perlindungan anak, serta penerapan prinsip-prinsip KHA dalam layanan pengasuhan anak.

Kepala DP3A M. Ramadhan menyampaikan, bahwa KHA menjadi dasar penting dalam memastikan setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta berpartisipasi sesuai usia dan tingkat perkembangannya.

“Dalam praktik pengasuhan sehari-hari, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak, bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merugikan anak,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Banjarmasin Creative Hub, Senin (11/5/2026).

Kadis menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), sebagaimana amanat Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

“Salah satu upaya tersebut adalah meningkatkan kapasitas lembaga layanan anak, termasuk TPA dan daycare, agar mampu memberikan pengasuhan yang berkualitas dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.

Ramadhan berharap melalui sosialisasi ini, para pengasuh dan pengelola TPA/daycare semakin memahami pentingnya penerapan prinsip-prinsip KHA dalam lingkungan pengasuhan.

“Dengan demikian, anak-anak di Kota Banjarmasin diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, bahagia, dan terlindungi,” tegasnya.

Berdasarkan data DP3A, saat ini terdapat 41 TPA di Kota Banjarmasin yang menjadi sasaran pembinaan untuk mendukung terwujudnya KLA.

(Ih/Ahmad M)