Ratusan BEM Se Kalsel Tolak RKUHP

Isi RKUHP

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalsel tolak pembahasan RKUHP oleh DPR RI dengan memenuhi ruas Jalan Lambung Mangkurat atau depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (6/7/2022).

Selain melakukan orasi, para pengunjuk rasa juga membentangan spanduk berisi berbagai tulisan penolakan pembahasan RKUHP.

Peserta aksi ditemui sejuKUHPmlah anggota legislatif, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan, Rachmah Norlias dan anggotanya Sahrujani serta anggota komisi II Karlie Hanafi Kalianda.

Dalam orasinya, salah satu Koordinator Aksi dari BEM  Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Alpianur mengungkapkan bahwa aksi tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia dan terpusat di Jakarta.

Pihaknya mewakili masyarakat ingin mengetahui sikap dan komitmen anggota DPRD Kalsel dalam menanggapi dilanjutkannya pembahasan RKUHP oleh DPR RI.

“Kami hanya ingin tahu, apakah bapak ibu yang ada di DPRD Kalimantan Selatan ini pro atau kontra dengan pasal-pasal yang kontroversial itu,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kalsel Karlie Hanafi Kalianda mengatakan saat ini DPR RI masih melakukan pembahasan RKUHP.

“Di tengah-tengah aksi tadi baru kita dapat kabar kalau draft-nya sudah dibuka ke publik dan sedang dilakukan rapat oleh Komisi III DPR RI yang dipimpin legislator Kalsel, Pangeran Khairul Saleh,” tuturnya.

Karlie yang juga dosen hukum di salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin menambahkan, perlu kajian mendalam bersama para pakar dan pembedahan pasal demi pasal yang dianggap bermasalah.

Seperti tentang kebebasan berpendapat yang dinilai akan hilang karena dinilai masih ‘abu-abu’ dalam naskahnya.

Ia juga mengakui ada kekhawatiran di benak sebagian besar pihak, jika ada pasal karet yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Maka dari itu, perlu kajian mendalam. Jika memang ada potensi tersebut, maka dapat diajukan uji materil di MK,” pungkasnya.

Dari informasi yang didapat, aksi yang juga berlangsung di kota-kota lain itu sebenarnya terjadwal pukul 13.00 WITA. Namun akhirnya aksi baru berlangsung 2 jam kemudian, yang dimulai dengan long march.

(Yunn)