JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Suara mesin bor aspal memecah keheningan di kawasan Gang 20, perbatasan RT 13 dan RT 14, Kelurahan Telaga Biru, Rabu (9/9/2026).
Beberapa pekerja tampak sibuk mengayunkan cangkul untuk mengeruk tanah basah dari bekas galian, sementara para pengguna jalan dengan sabar diarahkan untuk memutar melewati jalur alternatif.
Di tengah hiruk-pikuk pengerjaan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Saut Nathan Samosir, tampak turun langsung mengawal jalannya pemasangan gorong-gorong yang telah lama dinantikan warga.
Langkah nyata ini merupakan pemenuhan janji Samosir saat meninjau lokasi tersebut pada masa reses awal April lalu. Lantaran usulan perbaikan melalui pemerintah dinilai memakan waktu yang lama, ia memilih menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan ekspedisi miliknya, Lintas Jawa Group, untuk mempercepat perbaikan infrastruktur warga.

“Dahulunya ini parit, tapi karena pada saat pembangunan pengaspalan mungkin runtuh, lalu langsung ditutup. Akhirnya air tergenang di lokasi ini, termasuk di sekitar masjid,” ungkap Samosir di sela-sela pemantauan pekerjaan.
Ia menambahkan, sebanyak lima buah gorong-gorong disiapkan dalam pengerjaan ini, lengkap dengan material penunjang seperti besi, semen, pasir, dan koral.
Sebagai warga yang juga berdomisili di Kelurahan Telaga Biru, Samosir mengaku tak tega melihat lingkungan sekitarnya kerap dilanda banjir. Ia menyadari betul kekhawatiran sekitar 100-an warga yang bermukim di wilayah tersebut, terlebih saat ini sudah mendekati musim hujan.
“Jadi kalau warga kita mengeluh, kita tidak tega membiarkan. Apa yang bisa kita bantu melalui CSR, kita usahakan ikut membantu, agar lingkungan sekitar tidak tergenang lagi nanti pada saat musim hujan,” jelasnya.
Penderitaan warga akibat jalan yang tergenang memang cukup parah dan sudah berlangsung lama. Ketua RT 14, Dikman Suryanata menyebutkan, bahwa jika air sedang pasang, genangan bisa mencapai mata kaki orang dewasa dan merendam rumah-rumah warga yang bangunannya masih rendah.
Dikman sangat mengapresiasi bantuan yang disalurkan dari dana pribadi/perusahaan Samosir tersebut. Ia merasa lega karena permohonan warga yang diajukan sekitar 2 hingga 3 bulan lalu itu kini langsung direalisasikan.
“Ya kami sangat bersyukur, karena ada tanggapan dari Pak Samosir. Kebanyakan janji-janji saja, sudah diukur-ukur, tapi ketika ditunggu-tunggu tidak ada realisasinya, lalu RT yang disalahkan. Semoga perhatian dari wakil rakyat seperti Pak Samosir ini bisa terus berlanjut,” tutur Dikman.
Pemasangan gorong-gorong ini ternyata bukan satu-satunya sentuhan infrastruktur yang akan dikerjakan. Setelah pengerjaan di titik perbatasan ini selesai, alat dan pekerja akan langsung digeser untuk memperbaiki jalan yang rusak di kawasan RT 14.
Jalanan yang terletak di samping Simpang Cempaka Raya dan tembus ke RT 14 tersebut, sebelumnya kerap dikeluhkan karena berlubang dan tertutup genangan air, hingga sering menyebabkan warga terjatuh saat melintas di tikungan.
“Rencananya nanti kita akan coba lagi setelah gorong-gorong ini, untuk mengecor jalan di gang RT 14 sekitar 50 meter,” pungkas Samosir.
(Ian)













