Kunjungi Perpustakaan Palnam, Dispersip HSU Didorong Memiliki Kinerja Terukur

Dispersip HSU
Kadispersip HSU (kiri) Sekretaris Dispersip Kalsel (kanan)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj. Lailatanur Raudhah, didampingi Kabid Layanan Perpustakaan Farid beserta staf, mengunjungi Kantor Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 Banjarmasin.

Kedatangan rombongan ini dalam rangka bersinergi dan mengkonsultasikan peningkatan layanan perpustakaan, yang disambut Sekretaris Dispersip Kalsel Muhammad Ramadhan. 

[feed_them_social cpt_id=59908]

Dalam perbincangan singkat, Dispersip HSU diminta menggunakan paradigma kebermanfaatan bagi masyarakat, yang indikatornya bisa diukur melalui kinerja kunci. 

Di antaranya, penguatan peran perpustakaan dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ramadhan menambahkan, parameter kemampuan perpustakaan juga harus diukur secara komprehensif, dengan melibatkan banyak variabel.

Selain itu jelasnya, kinerja perpustakaan harus dilakukan secara hierarkis, dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, dan dari satu sasaran ke sasaran lainnya secara terus menerus serta simultan, sehingga kegiatan perpustakaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan perekonomian masyarakat bisa dirasakan secara langsung. 

“Salah satu parameter identitas sebuah perpustakaan adalah tersedianya koleksi buku baru di perpustakaan. Namun, kebanyakan orang tidak lagi membutuhkan buku cetak. Karena itu, peran perpustakaan harus meningkat kepada bagaimana memiliki kemampuan untuk mengelola sumber-sumber ilmu pengetahuan menurut kebutuhan manusia secara komprehensif, dengan memanfaatkan media massa sebagai promosi minat baca dan memberitakan kegiatan perpustakaan, sehingga akan membuat pustakawan dan pemustaka bisa berinteraksi secara tidak langsung dengan masyarakat,” bebernya, di sela kegiatan. 

Ditempat terpisah, Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani, M.A.P. menambahkan, bahwa dalam hal mempromosikan minat baca, dibutuhkan visi dan kemampuan dari para pustakawan hingga komunitas perpustakaan untuk mendukung hal tersebut. 

Selain itu tegasnya, perpustakaan harus mengalami perubahan dalam memandang eksistensinya, dengan siap menghadapi dinamika zaman dalam menjalankan fungsi mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Secara global persaingan semakin ketat. Kalau perpustakaan stagnan pada tugas pokok dan fungsi seperti ratusan tahun lalu, tinggal menunggu waktunya perpustakaan akan ditinggal. Oleh karenanya membicarakan tentang pengukuran indikator kinerja kunci urusan perpustakaan, saat ini adalah sebuah keniscayaan. Kita berada dalam sebuah penerapan teori relativisme, tidak ada yang abadi, semua harus berubah mengikuti perkembangan selera konsumen, dalam hal ini pustakawan,” ungkapnya. 

Bunda Nunung (sapaan akrab Kadispersip Kalsel) juga mendorong para pengelola pusat sumber belajar, untuk mampu memenuhi segala informasi kebutuhan manusia dalam segala aspek, agar bisa menjaga eksistensinya secara konsisten, hingga para pustakawan dan pengelola perpustakaan harus memahami tugasnya melayani masyarakat sepenuh hati, dengan selalu membarui ilmu pengetahuan dan teknologi. 

“Oleh karena itu, para pustakawan paradigmanya harus berubah dari cara pandang deretan hukum-hukum pengumpulan pengelompokan ilmu pengetahuan, bergeser kepada bagaimana melayani manusia dengan segala problematikanya, ekspektasinya, harapannya, sehingga peran perpustakaan dan pustakawan dapat dirasakan dan menjadi pemberi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian,” bebernya. 

Selain itu menurutnya, pustakawan dan pengelola perpustakaan tidak boleh terlalu banyak mengeluh atau menganggap dipandang sebelah mata, karena memiliki tugas mengangkat harkat dan martabat masyarakat, sehingga dituntut mengubah pola pikir dan kerja agar berjiwa optimis dan percaya diri dalam mengelola perpustakaan. 

Sementara itu, Kadispersip HSU berterima kasih atas sambutan yang hangat dan beberapa tips motivasi serta informasi yang disampaikan.

“Hal ini akan menjadi pemicu bagi kami untuk lebih giat mempromosikan minat baca di daerah, dan mempertahankan posisi Indeks Pembangunan Literasi Kalsel sebagai yang tertinggi se-Indonesia,” pungkasnya.

[feed_them_social cpt_id=57496]