JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Video pernyataan Politikus Edy Mulyadi yang diduga lecehkan Kalimantan, memantik reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dari warganet.
Ribuan komentar membanjiri lini masa media sosial, dengan tagar Kalimantan (#Kalimantan) menjadi topik yang sedang tren akhir belakangan ini. Di antara komentar-komentar tersebut ada juga yang berasal dari beberapa akun di Facebook.
“Datang ke Kalimantan dan minta maaf ke kita warga Kalimantan,” ujar @haspian Noor.
“Jgn cuma minta maaf … harus diadili secara hukum biar jadi contoh … karena ini menyangkut kehormatan Suku Kalimantan,” tegas @Nu aiman.
“Bukan minta maaf saja, wajib hukum adat n diproses hukum. Karena sudah menghina seluruh saudara sedarah Kalimantan,” jelas @Jhoni Herawan.
Menanggapi hal tersebut, Praktisi Komunikasi M. Alisyahbana menyatakan, sangat wajar jika Orang Kalimantan bereaksi keras atas video yang beredar, sebagai hukum atas aksi dan reaksi.
“Apa yang dikatakan oleh warganet merupakan sebuah hukum reaksi dari aksi yang Saudara Edy lakukan,” jelas pemuda asli Kalimantan ini.

Terbaru, Alisyahbana juga sudah menonton video klarifikasi oleh Saudara Edy Mulyadi tentang kalimat jin buang anak.
“Mungkin bagi Edy Mulyadi, kalimat jin buang anak adalah hal yang biasa saja di kalangannya, namun bagi orang Kalimantan, kalimat tersebut tetap tidak menggambarkan suatu hal yang baik,” jelasnya.
Kejadian ini tegas Alisyahbana, bisa menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tetap bijak dalam berkomunikasi, khususnya dalam memberikan pernyataan.
“Biasa bagi seseorang, belum tentu biasa bagi orang lain, apalagi statement di hadapan publik,” tegas M. Alisyahbana.
Dari video klarifikasi tersebut, Edy Mulyadi mengatakan bahwa kalimat tentang jin buang anak, adalah istilah tempat yang sangat jauh. Kalaupun itu menyinggung, dia mengaku akan meminta maaf.
Aditya / Ahmad MT














