JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah selesai jam kerja, sebelum pulang, pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan memiliki kebiasaan berbagi cerita dan berdiskusi, termasuk saling bantu dalam tugas masing-masing.
Sembari memotong botol plastik untuk digunakan sebagai media tanam, salah seorang staf dari Layanan Perpustakaan Keliling bercerita, bahwa selama layanan ke sekolah, menemukan keseruan anak sebagai pemustaka cilik, ada yang berebut buku, ada pula yang menangis tidak memperbolehkan mobil perpustakaan keliling pulang.
Tak ketinggalan, Saliyana dan Nove, juga bercerita keseruannya pada hari tersebut di perpustakaan anak, terdapat pemustaka cilik yang bersembunyi di toilet karena tidak mau pulang.
Cerita lain juga disampaikan oleh Sandy, sebagai tim dari Trail Pustaka, yang lagi mendapat ujian saat bertugas, dengan ban sepeda motornya bocor dan jauh dari bengkel, hingga membuatnya banyak berkeringat untuk mendorong.
“Tapi tetap kita jalani ikhlas tugas ini, untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa dengan semangat menumbuhkan budaya baca,” ungkap Sandy sambil tersenyum, melalui siaran Pers Dispersip Kalsel, Kamis (1/12/2022).
Sementara itu, terkait budi daya tanaman, selain hidropoik, pihaknya juga mengembangkan secara organik, dengan memanfaatkan barang bekas sebagai sarana.
“Kami buat ini agar para pemustaka melihat contoh dalam memanfaatkan ulang barang bekas, hingga dapat menanam kangkung, yang mengacu kepada beberapa buku tentang budi daya kangkung, salah satunya buku yang berjudul Raih Untung dari Budi Daya Kangkung, karangan Denny Maulana Terbitan Trans Idea Puslishing,” ungkap Nove, salah satu tim Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dispersip Kalsel.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie menyampaikan, bentuk transformasi perpustakaan sekarang ini tidak hanya mencerdaskan masyarakat, namun juga turut serta menyejahterakan masyarakat dengan kegiatan, untuk menambah wawasan dan keterampilan para pemustaka yang berkunjung.
“Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini merupakan Program dari Perpustakaan Nasional RI, yakni gudang ilmu yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya,” pungkasnya.
Editor : Achmad MT














