Pecahkan Rekor, Leprid: Jelujur Massal Sasirangan di Banjarmasin Ukir Sejarah Peradaban Indonesia

Wakil Wali Kota Banjarmasin menerima pengharhaan dari Leprid

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi membanggakan lewat rangkaian peringatan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke-7, yakni pada agenda menjelujur massal kain sasirangan di Siring Menara Pandang, Ahad (10/3/2023).

Prestasi tersebut adalah pemecahan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) dengan menampilkan 1.000 orang menjelujur secara bersamaan, terdiri dari kader Tim Penggerak (TP) PKK tingkat kota, PKK kecamatan, tenaga pendidik, serta peserta didik dari sejumlah sekolah menengah pertama.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Pemecahan rekor tersebut dibuka langsung Wakil Wali Kota H. Arifin Noor, dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kemenpar dan Ekonomi Kreatif RI Raden Kurleni Ukar, Direktur Leprid Paulus Pangka, S.H., sejumlah kepala satuan kerja perangkat daetah, Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, para camat, dan lurah setempat.

H. Arifin Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang berperan dalam penyelenggaraan rekor tersebut. Ia mengakui, hasil itu berkat kolaborasi seluruh lapisan, mulai dari pemerintah, para guru, hingga peserta didik, dan masyarakat pada umumnya.

“Tidak lupa saya ingin berterima kasih kepada para panitia yang sudah bekerja keras untuk suksesnya acara ini, semoga dengan pemecahan rekor ini bisa lebih memperkenalkan lagi sasirangan sampai ke luar daerah dan luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Raden Kurleni mengaku sudah tiga hari berada di Banjarmasin dan banyak mendapatkan ilmu serta pelajaran, khususnya dalam pembuatan kain sasirangan.

“Ya, di sini saya banyak sekali belajar sasirangan dan ini memang karya yang membanggakan bagi Banjarmasin. Perlu dilestarikan dan perlu diberikan nilai tambah untuk bisa menjadikan ini pariwisata,” ujarnya.

“Tadi banyak sejarahnya dan ini kalau bagi kami harus dibungkus menjadi _story nomik._ Bagi pariwisata, inilah yang bisa membedakan, unik untuk wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan lokal,” tambahnya.

Adapun Paulus Pangka mengungkapkan, Kota Banjarmasin dalam pemecahan rekor tersebut hanya butuh persiapan waktu sehari.

“Biasanya kalo buat rekor itu 3 bulan sebelumnya mengajukan permohonan. Hanya Kota Banjarmasin yang satu hari menyampaikan dan ternyata hari ini kita saksikan bersama bagaimana adik-adik kita, bapak, dan ibu guru, semua memberikan pendidikan edukasi kepada kita,” katanya.

Paulus turut bangga dengan para pendidik, yang memberikan edukasi untuk terus mewariskan budaya leluhurnya, termasuk melalui sasirangan.

“Selama ini saya memakai topinya ke mana pun saya pergi. Ke Semarang saya memakai topi yang terbuat dari sasirangan, kemudian kainnya juga, lalu orang bertanya, apa kamu sudah lihat bagaimana prosesnya, dan hari ini kita saksikan bersama bagaimana menjelujur ini,” ungkapnya.

“Jadi, ini adalah rekor baru dengan nama menjelujur kain sasirangan dengan peserta terbanyak. Berdasarkan perhitungan kami ada 1.000 lebih. Jadi, terima kasih kepada bapak dan ibu guru beserta adik-adik pelajar semua, yang telah berhasil menciptakan sejarah baru dalam peradaban Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Achmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]