Dinkes Banjarmasin Perkuat Edukasi untuk Kejar Target Nasional 100% IDL Tahun 2023

Kadinkes Banjarmasin melihat langsung pelaksaan imunisasi di Puskesmas 9 November, Kamis (4/5/23)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Tahun 2022 sebesar 87,6%, terpengaruh 2 tahun terjadinya pandemi Covid-19, sehingga di 2023 ditargetkan bisa tembus 100%.

“Kita mengejar kekurangan capaian 3 tahun terakhir sekitar 12,4 persen dari sasaran anak yang belum dapat IDL. Kalau angka nasional ada 1.525.936 anak,” ungkap Kepala Dinkes Banjarmasin Dr. M. Ramadhan., M.E., Ak., C.A. kepada jurnalkalimantan.com, Kamis (4/5/23).

Ditambahkannya, pada peringatan Pentingnya Pemberian Imunisasi yang dimulai 4 hingga 11 Mei ini, pihaknya menggencarkan edukasi terhdap masyarakat hingga jemput bola.

“Tujuannya selain meningkatkan pemahaman warga, juga menambah energi dan semangat para garda depan kesehatan untuk melaksanakan tugas mulianya menguatkan kesehatan anak bangsa,” beber Ramadhan.

Dukungan dari semua pihak untuk tercapainya target itu juga dinilai sangat diperlukan, termasuk dari lingkungan keluarga.

“Kesadaran masyarakat yang kurang tentang pentingnya imunisasi, memang jadi salah satu kendala, terlebih adanya hoaks tentang imunisasi, hingga adanya masyarakat yang menolak imunisasi,” cetus Ramadhan.

Pihaknya juga telah melakukan pertemuan lintas sektor termasuk melibatkan MUI, Dewan Kelurahan, Kemenag, tokoh masyarakat, penyuluh agama, Dinas Pendidikan, Tim Penggerak PKK, kader kesehatan puskesmas, dan potensi lainnya.

Lebih lanjut, Ramadhan menjelaskan, pihak pemerintah dalam hal ini jajaran kesehatan telah gencar melakukan sosialisasi berjenjang serta lintas sektor, seperti merancang program imunisasi di sekolah.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan baliho, spanduk, Siniar Dinkes. Namun, tantangan untuk melaksanakannya tidak selalu mudah diatasi, termasuk soal izin dari orang tua atau keluarga yang biasanya khawatir karena belum memahami benar manfaat imunisasi.

Seperti diakui Yani, seorang ibu di Kelurahan Sungai Miai, yang sempat tidak setuju. Namun dengan pendekatan yang diberikan oleh petugas juga suaminya, akhirnya ia mau anak-anaknya untuk diimunisasi.

“Awalnya memang kurang setuju, karena khawatir pada dampak setelah imunisasi, saya khawatir anak saya panas dan rewel,” cerita Ramadhan.

Ia menjelaskan, imunisasi adalah upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), sehingga orang yang terkena penyakit tidak cacat, atau sakit ringan saja.

Secara garis besar imunisasi terdiri dari beberapa jenis, yakni:

A. Imunisasi rutin, adalah imunisasi dasar (bagi bayi) dan lanjutan seperti baduta, BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), dan WUS (Wanita Usia Subur), mulai umur 0 s.d 39 tahun;

B. Imunisasi tambahan, yakni PIN (Pekan Imunisasi Nasional), crash program (imunisasi kejar), dan lain-lain; serta

C. Imunisasi khusus, imunisasi untuk jemaah calon haji dan lain-lain.

Dengan kesadaran memberi imunisasi, Ramadhan berharap dapat mencegah terjadinya wabah atau kejadian luar biasa merebaknya kembali penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti polio, pertusis, difteri, dan lainnya yang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

(Ih/Achmad MT)