Diduga Karena Tekanan Berlebih dari Pengguna Jalan Pramuka, Pipa PAM Bandarmasih Bocor

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pipa milik PT Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda) di Jalan Pramuka, tepatnya di depan Terminal Induk Km 6 Kecamatan Banjarmasin Timur, mengalami kebocoran, yang diduga akibat tekanan berlebih dari pengguna jalan, Ahad (22/10/23).

Adanya kebocoran tersebut, mengakibatkan beberapa wilayah di kawasan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat akan mengalami penurunan distribusi hingga mati total.

Supervisor Humas PAM Bandarmasih Raida Kartika Erryanti mengatakan, proses perbaikan akan dimulai malam ini.

“Proses perbaikan diperkirakan berjalan kurang lebih selama 6 jam, dari pukul 10 malam sampai 4 subuh,” ujarnya.

Raida juga menyampaikan, apabila ada pelanggan yang memerlukan air bersih saat proses perbaikan, dapat menghubungi 0511-3252541 atau di WhatsApp _center_ 0811515147.

Sementara itu, Direktur Operasional Edwarsyah mengatakan, untuk lokasi kebocoran memang ada di kawasan yang hampir sama dengan sebelumnya. Namun, untuk kebocoran kali ini di titik yang berbeda.

“Yang bocor ini titik yang baru, bukan dari titik yang bocor sebelumnya lalu bocor lagi. Jadi agak bergeser ke depan lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edwarsyah menuturkan, untuk kebocoran kali ini diduga karena adanya pengaruh dari eksternal.

“Karena jalan itu cukup sering dilalui kendaraan dengan beban yang cukup berat, sehingga memberikan tekanan kepada titik yang diduga bocor itu,” tuturnya.

Selain itu, kondisi tanah yang labil dan rentan terhadap tekanan, sehingga diduga juga menjadi penyebab kebocoran tersebut.

“Namun untuk yang lebih pasti bocornya seperti apa, kita akan lihat saat proses perbaikannya, karena saat ini masih proses penggalian,” ucap Edwarsyah.

Dalam menangani kebocoran tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa rencana perbaikan.

“Kita telah menyiapkan beberapa opsi terkait dengan kondisi kebocorannya, jadi mungkin akan kita lakukan pemasangan aksesoris atau pun penggantian pipa,” ungkap Edwarsyah.

“Makanya kita lihat dahulu seperti apa kerusakannya, baru bisa kita menentukan metode apa yang akan kita gunakan dalam melakukan perbaikan,” pungkasnya.

(Adt)