Firman Yusi Pimpin Komisi IV Timba Ilmu di Balai Besar Rehabilitasi BNN

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel foto bersama usai berkunjung ke Balai besar BNN Jawa Barat

JURNALKALIMANTAN.COM, BOGOR – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang membidangi kesejahteraan rakyat melakukan kunjungan ke Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional, di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, Senin (11/12).

Sekretaris Komisi IV Firman Yusi, S.P. menjelaskan, kunjungan ini adalah untuk mempelajari prosedur pelayanan yang ada, karena DPRD Kalsel juga mempunyai Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba yang baru.

“Setelah perda itu terbit, tentu Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum lah yang akan didorong untuk mengembangkan unit yang secara khusus melakukan rehabilitasi penyalah guna narkoba ini. Jadi, kita di sini untuk menimba pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya.

Selain pengalaman tentang prosedur pelayanan, di sini pihaknya juga belajar seperti apa tentang pembiayaan rehabilitasi yang ternyata cukup besar.

“Setelah di sini nanti, tentu ini akan menjadi bahan kita semua untuk menyusun regulasi ke depan, seperti apa dukungan pemerintah, terutama dukungan DPRD yang kaitannya untuk pengembangan RSJ Sambang Lihum,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap dalam waktu dekat bisa mengembangkan RSJ Sambang Lihum.

“Karena adanya data yang disodorkan Sambang Lihum, bahwa orang yang minta direhabilitasi cukup besar, sementara kapasitas yang bisa ditangani masih sangat kecil. Semakin besar kapasitasnya maka semakin banyak pula pasien yang bisa ditangani,” jelas Firman Yusi, S.P.

Turut mendampingi rombongan Komisi IV adalah Direktur RSJ Sambang Lihum Dr. dr. Anna Martiana Afida, Sp.P.K., M.P.H. Ia pun mengutarakan keinginan mendapatkan bantuan anggaran, untuk pengembangan rumah sait jiwa yang dipimpinnya.

Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN dr. Elvina Katerin Sahusilawane, Sp.K.J., selaku penyambut kedatangan rombongan Komisi IV, berharap kunjungan ini membuka wawasan dari pemda, supaya membuka aksesibilitas di daerah, sehingga tidak terpusat pada balai rehab BNN, agar di daerah bisa mengakomodir pasien-pasian rehabilitasi.

(YUNN)