JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Cahaya tanglong kembali menerangi malam di Kabupaten Tanah Bumbu, menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Festival Tanglong Tahun 2026 yang digelar di halaman Masjid Al-Falah Tanah Bumbu berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan kelompok masyarakat.
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Andi Rudi Latif bersama unsur Forkopimda, ditandai dengan bunyi sirine sebagai penanda dimulainya pawai.
Dalam sambutannya, Andi Rudi Latif menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan sekaligus tradisi yang sarat makna.
“Tanglong yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mencerminkan doa, harapan, dan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, persatuan, serta kedamaian,” ungkap Bupati.

Setiap karya menjadi representasi semangat kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.
Lebih dari itu, festival ini juga menjadi ruang kreativitas bagi peserta untuk menampilkan inovasi terbaik, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.
Dalam hasil perlombaan, kategori SKPD dan umum di wilayah Simpang Empat menempatkan Dinas Perhubungan sebagai juara pertama, disusul Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.
Sementara di wilayah Kusan Hilir, Masjid Sirajul Bahar Desa Juku Eja berhasil meraih juara pertama.
Festival Tanglong sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang terus dijaga keberlangsungannya, sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
(Adv/Ags)














